News

  • PKM-RE dengan judul :
    Nata de Whey Tinggi Serat dengan Nano-kolagen Ceker Ayam guna Mencegah Penuaan Kulit.

    Pembimbing : Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, SPt. Msi
    Ketua : Hana Maulina          
    Anggota : Dafa Fayza Ahilla, Gabriella Regita Firman, Qinthara Mirvi Fariha dan Tsany Tsaqifa Attaqiya  


    PKM-K dengan judul :
    JAKUMEN : Jamu Herbal Kombinasi Jahe Merah, Kunyit, dan Meniran untuk Meningkatkan Imun dan Performa Ayam Broiler

    Pembimbing : Ir.Dwi Margi Suci,MS, IPM
    Ketua : Tegar Hendardityo   
    Anggota : Bagas Allansyach, Nazwa Aulia Khasanah, Putri Aulia Romadhani dan Salu Azahra Putri 


    PKM-K dengan judul :
    HEBAT'S: Tablet Herbal Cepat Larut Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Jahe sebagai Antimastitis dan Peningkatan Kualitas Susu pada Ternak Perah


    Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Yuli Retnanni M.Sc
    Ketua : Ahmad Rafly D2401211051
    Anggota : Afriliani Tasya Larasati, Qonitatun Ma'rifah, Rachmah Rahayuningtyas, dan Triliyani Lesmana

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menjadi tuan rumah dalam acara Workshop Penyusunan Standardisasi Profil Sarjana Peternakan, yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI). Acara ini berlangsung pada Sabtu (4/5) di Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Kampus IPB Taman Kencana. Sebanyak 85 peserta dari 42 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, hadir dalam acara ini, termasuk para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen atau Jurusan, Ketua Program Studi, serta Sekretaris Program Studi.

    Dekan Fapet IPB University, Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dalam sambutannya, menekankan pentingnya penyusunan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Penyusunan profil lulusan sangat penting karena ini menjadi acuan bagi penerimaan lulusan di industri,” ujarnya. “Kita perlu mengevaluasi apakah proses pembelajaran di fakultas kita sudah memenuhi kebutuhan industri, atau justru menyimpang. Profil lulusan ini adalah kunci bagaimana lulusan kita diterima di dunia kerja,” tambahnya.

    Sekretaris Jenderal FPPTPI sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari rangkaian rapat kerja. “Saat ini, terdapat lebih dari 110 program studi peternakan dengan kurikulum yang beragam,” . Prof. Budi juga menambahkan bahwa profil sarjana peternakan tidak hanya ditujukan untuk industri, tetapi juga mencakup bidang akademik dan profesi lainnya. “Lulusan kita bekerja di berbagai sektor: industri, wirausaha, akademisi, bahkan pemerintahan. Inilah ragam profil sarjana kita,” jelasnya.

    Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, Kepala LKST dan Guru Besar Fapet IPB. Ia menyambut para peserta dengan hangat, mengajak mereka berkeliling kampus, dan menunjukkan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Fapet. “Kami ingin menunjukkan bahwa Fakultas Peternakan akan terus eksis, karena kebutuhan protein hewani di Indonesia dan dunia masih sangat tinggi,” katanya. Prof. Erika juga mengungkapkan bahwa hampir 60% mahasiswa ingin menjadi pengusaha, dan kolaborasi antara Fapet dengan fakultas lainnya dapat menghasilkan produk-produk yang membanggakan.

    Acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, menandakan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang peternakan di Indonesia. (FD)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menggelar peresmian Poultry Breeding Center yaitu Pusat Pembibitan Ayam Lokal IPB D-1 pada yang berlokasi di Blok A Laboratorium Lapangan Fapet Kampus IPB Darmaga pada Rabu (5/2). Fasilitas ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembibitan ayam lokal di Indonesia. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim Prof Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr, Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc. dan Dekan Fapet Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr serta disaksikan oleh Prof. Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Agr.Sc selaku inventor ayam lokal IPB D1 dan Ujang Suwarna, S.Hut., M.Sc. selaku Direktur Kemahasiswaan IPB University. Setelah pengguntingan pita, para undangan yang terdiri dari pimpinan di lingkungan Fapet menuju lokasi kandang untuk melakukan pelepasan ayam di kandang starter.

    Ayam Lokal IPB D-1 sendiri mempunyai keunggulan yaitu tumbuh cepat, umur 12 minggu dengan bobot 1,1 kg untuk jantan dan 1,0 kg untuk betina. Ayam IPB D1 juga memiliki keunggulan tahan tahan terhadap penyakit ND dan salmonella. Pada tahun 2019 ayam lokal IPB ayam lokal IPB D-1 sudah dilepas sebagai rumpun ayam lokal pedaging. Fasilitas disini memiliki kandang starter seluas 80 m2 dengan kapasitas sebanyak 1000 ekor, grower seluas 145 m2 kapasitas 1600 ekor dan kandang breeder seluas 80 m2 untuk 160 indukan. “Banyak yang menyukai rasa daging IPB D1, selain itu kandungan mineralnya juga tinggi”ungkap Prof. Cece.

    Beranjak dari poultry breeding center, para undangan melakukan mobilisasi ke lokasi peresmian berikutnya yaitu Co-Working Space Fapet yang berada di gedung Fapet. “Pagi ini kita akan launching co-working space dan student hall yang merupakan wadah atau tempat dimana dosen dan mahasiswa bisa berinteraksi, karena salah satu masalah adalah walaupun kita cukup luas kampus nya tidak ada yang representatif dimana kita bisa berkumpul dan berinteraksi”ujar Dekan Fapet Prof. Idat Galih Permana dalam sambutan pada peresmian tersebut.

    Co-working space dan student hall Fapet dapat sekitar 50 orang dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas kemahasiswaan baik diskusi serius dengan mengundang para narasumber maupun diskusi kecil di kelompok BEM atau ormawa lainnya. Co-working space ini juga bisa dimanfaatkan oleh alumni jika berkunjung ke Fapet. 

    Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim Prof Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr turut memberi sambutan dan kinerja Tim di Fapet. “Fapet adalah salah satu fakultas dengan tenaga kinerja riset terbaik di IPB dengan rasio publikasi per dosen nya tertinggi”ungkapnya. Prof. Ernan juga berharap dengan diresmikannya co-working space dan student hall di Fapet dapat menginspirasi fakultas lain untuk membangun fasilitas serupa. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University me-launching ruang Layanan Akademik dan Inovasi (25/1) di Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga. Diawali dengan Rabuan Bersama, Dekan Fapet IPB Dr Idat Galih Permana, M.Sc.Agr turut memaparkan presentasi kinerja Fapet sepanjang tahun 2022 serta koordinasi awal tahun 2023. Acara dilanjutkan dengan peresmian ruang layanan akademik dan inovasi. “Ruang inovasi ini menampilkan berbagai produk inovasi dari para Dosen di Fapet, selain itu, tempat ini juga bisa digunakan untuk meeting point, diskusi baik untuk dosen maupun mahasiswa” ujar Dr. Idat di hadapan para undangan yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fapet tersebut.

    Turut hadir pada acara tersebut Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Prof. Erika Budiarti Laconi. Dalam diskusi selepas peresmian, Prof. Erika menegaskan pentingnya meningkatkan informasi mengenai inovasi-inovasi yang sudah dilakukan oleh dosen-dosen. “Informasi itu harus di up melalui media seperti website dan sebagainya, kemudian langkah selanjutnya Fapet juga akan mulai menggandeng perusahaan yang sekiranya bisa diajak bekerjasama untuk mendukung karya-karya atau produk inovasi tersbut” jelas Prof. Erika.

    Selain itu hadir pula Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet Prof. Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet Dr. Sri Suharti, para pimpinan di lingkungan Fapet yaitu Ketua Departemen, Sekretaris Departemen dan para Kepala Divisi, juga beberapa perwakilan Mahasiswa dari Ormawa dan Himpro.

    Prof. Asnath Maria Fuah, Guru Besar Fapet IPB dengan produk pakan ulat hongkong yang menghasilkan telur mengandung Omega-3 turut ditampilkan di ruang inovasi tersebut dan sangat mengapresiasi dengan adanya fasilitas ini. Menurutnya, ruang inovasinya sangat luar biasa dan representatif untuk memamerkan produk-produk Fapet. Prof. Asnath juga berharap ke depannya banyak inovasi lain “Kalau bisa juga diadakan business meetingjuga untuk tamu pengusaha yang datang” tambahnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University me-launching Teaching Feed Industry (Pabrik Pakan) dalam program Inter University Center for Excellence (IUCfE) atau pusat unggulan antar perguruan tinggi (PUAPT) Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet IPB. Kegiatan dilaksanakan di lokasi pabrik pakan Lab. A Fapet, Kampus IPB Dramaga pada 30/12. 

    Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM serta Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si serta Dekan Fapet IPB Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr. Hadir pula jajaran pimpinan di lingkungan IPB University antara lain Sekretaris Institut Prof. Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc. Agr, Kepala LKST Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS. Hadir pula para Wakil Dekan Fapet yaitu Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dan Prof. Dr. Sri Suharti, Kadep IPTP Prof. Dr. Asep Gunawan, S.Pt, M.Sc dan Sekdep INTP Dr.rer.nat. Nur Rochmah Kumalasari, S.Pt., M.Si serta para KTU.

    Selanjutnya para undangan melakukan kunjungan ke pabrik pakan dengan dipandu oleh Ketua Departemen INTP Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr. Pada kesempatan tersebut, diuraikan juga alur proses produksi yang dilakukan di pabrik pakan tersebut dari mulai bahan baku yang dimasukkan ke dalam mesin, digiling lalu menghasilkan pelet dengan hasil akhir berupa butiran. “Mesin ini merupakan skala industri dan bisa beroperasi satu sampai dua tahun”jelasnya. 

    Secara simbolis juga dilakukan demonstrasi pembuatan pelet produksi perdana dengan menekan tombol di mesin oleh Rektor dan Dekan Fapet. Tombol terdiri dari proses untuk mixing, pelleting, pulling dan packaging dengan kapasitas 1 sampai 2 ton per jam.

    Area tersebut memiliki fasilitas baru untuk melakukan kolaborasi penelitian dan proyek, layanan, dan pelatihan praktis di Teaching Feed Industry (TFI). TFI telah membangun jalur produksi berdasarkan peralatan yang digunakan oleh industri pakan saat ini. Hal ini memungkinkan variasi kondisi proses dan bahan dalam produksi semua jenis pakan ternak serta makanan hewan peliharaan.

    Teaching Feed Industry (TFI) melayani universitas dan industri pakan dengan melakukan penelitian di semua bidang pakan ternak khususnya pakan unggas dan ruminansia kecil serta makanan hewan peliharaan, dan juga mendidik mahasiswa dalam teknologi pembuatan pakan. TFI juga memiliki misi untuk melatih mahasiswa pascasarjana dalam teknologi pembuatan pakan. Penekanan diberikan pada pemahaman prinsip-prinsip pembuatan pakan sebagai dasar untuk peningkatan teknologi yang ada.  (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University Sukses Selenggarakan Program Pertukaran Pelajar dengan Mahasiswa VietnamSebanyak 28 delegasi yang terdiri atas tiga dosen dan 25 mahasiswa College of Agriculture Can Tho University (CTU), Vietnam melakukan kegiatan Short Student Exchange Program di IPB University selama enam hari (3-8/12). Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin dari CTU, Vietnam, dengan tujuan mengembangkan aktivitas kerja sama, peningkatan international exposure dan pertukaran budaya.

    Dengan dukungan Direktorat Pendidikan Internasional IPB University, Fakultas Peternakan (Fapet) melalui Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan secara khusus ditunjuk sebagai penyelenggara short exchange program ini.

    Dekan Fapet IPB University, Dr Idat Galih Permana menyambut hangat delegasi CTU. Dalam sambutannya, Dr Idat menyampaikan pentingnya kerja sama bidang peternakan di Asia Tenggara.

    “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dan penelitian antara Fapet IPB University dan CTU,” ujarnya.

    Prof Nguyen Trong Ngu selaku Wakil Dekan College of Agriculture CTU menyampaikan harapan kolaborasi lebih jauh dengan Fapet IPB University. Dalam kegiatan ini, ia juga berkesempatan mengisi kuliah umum bersama Prof Asep Gunawan, Guru Besar Fapet IPB University. Keduanya mengulas tentang perkembangan genetik dan bioteknologi di Indonesia dan Vietnam.

    Kegiatan dilanjutkan dengan berdiskusi dengan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (Himaproter). Kemudian, delegasi CTU mengunjungi fasilitas laboratorium dan kandang Fapet IPB University.

    “Berbagai aktivitas yang akan dilakukan dalam Short Student Exchange Program ini di antaranya campus tour dan cultural exchange. Salah satu rangkaiannya adalah kunjungan ke Agribusiness Technology Park (ATP) untuk melihat berbagai produk dan inovasi unggulan IPB University,” jelas Dr Windi Al Zahra, koordinator kegiatan ini.

    Aktivitas dilanjutkan dengan mengunjungi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) untuk melihat fasilitas Equestrian Park dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) IPB University. Selanjutnya, delegasi CTU mengunjungi Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) Fakultas Pertanian (Faperta) dan melihat fasilitas lab lapang Seed Centre Leuwikopo.

    Sebagai bagian dari kegiatan Short Student Exchange Program, delegasi berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk melihat miniature dan mengenal budaya Indonesia. Mahasiswa dan dosen CTU juga mengunjungi Serambi Botani untuk melihat produk komersialisasi IPB University (ipb.ac.id)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerjasama dengan PT. Panasonic Gobel Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, (15/1). Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Irma Isnafia Arief menjelaskan kerjasama yang dilakukan adalah penelitian tentang efektivitas produk sistem pemurnian air atau water purification system (WPS) Panasonic terhadap peningkatan produktivitas dan keamanan mikrobiologi air susu di peternakan sapi perah. 

    Dekan Fapet, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyambut baik kerjasama tersebut. “Ini adalah perjanjian kerjasama kedua kami tentang penelitian WPS. Sebelumnya penelitian pada ayam pedaging dan ayam petelur memiliki dampak yang baik pada produksi dan juga untuk kualitas produk, kami berharap WPS ini juga memiliki dampak yang baik pada produksi susu dan kualitasnya”ungkapnya.

    “Kualitas susu adalah aspek penting dalam menentukan harga susu, beberapa bulan yang lalu kita mendengar bahwa di Jawa Timur dan Jawa Tengah ada beberapa peternak yang membuang susunya karena kualitasnya dan kita tahu bahwa kandungan mikroba dalam susu sangat penting” jelasnya. Prof. Idat menjelaskan lebih lanjut mengenai peraturan mengenai jumlah bakteri dalam susu dan kaitannya dengan kerjasama yang akan dilaksanakan. “Kami sangat cocok dengan peralatan ini, dapat mengurangi kandungan bakteri dan setelah itu juga berdampak pada mastitis pada produksi susu”pungkasnya.

    Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan oleh Dr. Hirofumi Fujita, peneliti yang mewakili pihak Panasonic, serta beberapa Dosen dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fapet yaitu Dr. Iyep Komala, S.Pt.Msi, Dr. Reza Adiyoga, S.Pt, M.Si serta Dosen dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet Dr. Annisa Rosmalia, S.Pt, M.Si.

    Kerjasama penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas penggunaan sistem pemurnian air (WPS) Panasonic pada peternakan sapi serah guna mengetahui apakah WPS Panasonic berpengaruh terhadap produksi, dan kualitas susu yang dihasilkan setelah menggunakan WPS Panasonic. Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan sapi perah rakyat di Kunak, Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat  yang merupakan peternakan rakyat skala kecil menengah. (Femmy)

  • Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Peternakan (Fapet)  IPB University, Bogor telah dilaksanakan kegiatan Serah Terima Hibah Barang berupa rangkaian unit mesin pengecek porositas kerabang dan warna telur yang terdiri dari Eggs Box Tool dan Digital Colormeter oleh PT. Nutricell Pacific pada (15/01). Pada kesempatan itu juga telah dilaksanakan Penandatanganan Kerjasama serta Implementation of Arrangement  antara Fapet IPB dengan Nutricell.

    Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si menyampaikan “Kegiatan serah terima alat dari PT. Nutricell Pacific kepada Fapet IPB terutama nanti ditujukan untuk Divisi Nutrisi Unggas. Satu hal yang sangat bermanfaat untuk pengembangan riset-riset di bidang unggas sangat diperlukan untuk divisi tersebut. Alat tersebut juga akan kami daftarkan ke IPB karena akan terdata sebagai aset IPB walaupun penempatannya di Divisi Nutrisi Unggas” jelasnya.

    Dr. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, Dekan Fapet mengapresiasi kerjasama yang baik dengan PT. Nutricell Pacific di dalam kerjasama riset, pengembangan, serta hibah peralatan laboratorium khususnya divisi nutrisi ternak unggas yang sangat bermanfaat untuk riset dan praktikum. “Riset di nutrisi unggas kalau di industri malah lebih advance, karena perkembangan teknologi di unggas sangat pesat di Indonesia sehingga kita di perguruan tinggi juga tidak selalu bisa mengimbangi kecepatan kebutuhan di unggas”ungkapnya.

    Dekan Fapet juga mencontohkan kerjasama bisa dilakukan dalam memberikan edukasi pada para costumer di PT. Nutricell. “Kalau selama ini mungkin dilakukan oleh nutrisionis PT Nutricell, bisa dilakukan juga kolaborasi dengan kita, misalnya dari sisi trial di lapang, mencoba suatu produk kemudian dibandingkan dengan produk lain dan dilakukan di peternak. Bagi kami itu adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Secara tidak langsung juga bisa menarik minat costumer atau calon customer untuk menggunakan produk tersebut karena buktinya secara scientific bisa kita buktikan”jelasnya.

    Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fapet antara lain Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Irma Isnafia Arief, para Ketua Departemen yaitu Prof. Asep Gunawan dan Dr. Heri Ahmad Sukria. Dari pihak Nutricell hadir Dr. Wira Wisnu Wardani selaku Direktur yang hadir bersama Tim.

    Ilham Akbar, S.Pt., M.Sc, perwakilan  PT. Nutricell Pacific menyebut diskusi sudah dilakukan dari bulan November diskusi bersama Prof. Sumiati. “Sebagai gambaran ide awalnya mungkin memang di industri itu kita utamakan 2 alat ini untuk telur. Jadi kalau yang kita tahu konsumen akhir ada 2 paramenter penilaian memilih telur misalnya yang pertama yang cangkangnya tebal dan yang kedua mungkin ada stigma bahwa coklat itu memiliki cangkang yang tebal meskipun sebenarnya tidak, jadi bagaimana kita atau nutrisen itu bisa mengkuantifikasi persepsi itu menjadi sebuah angka”jelasnya. Ilham juga menambahkan bahwa pihaknya juga punya standar digital dan ada lanjutannya untuk pengembangan standar.

    Hadir pula Guru Besar Fapet yang menginisiasi kegiatan ini, Prof. Sumiati  “Berkat kerja sama yang selama ini kita jalin walaupun mungkin di awal tidak diresmikan, Alhamdulillah kami mendapatkan hibah alat alat yang sangat dibutuhkan untuk penelitian maupun praktikum karena terutama di pasca sarjana ada mata kuliah yang memang bisa menggunakan alat ini” ungkapnya seraya menambahkan setiap tahun Divisi Nutrisi Unggas mengundang Pak Wira untuk memberikan kuliah di mata kuliah Nutrisi Unggas dan memang itu kita perlukan dari industri”tandasnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan dari  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan  di Auditorium JHH Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, (21/11). Rombongan dari Pasuruan terdiri dari Sekretaris Daerah Kab. Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko,S.Sos.M.Si, yang datang bersama para Kepala Dinas (Kadis) yang terdiri dari Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir. Lilik Widji Asri, M. MA, Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM, Kadis Perindustrian & Perdagangan yg diwakili Kabid Pembangunan Sumber Daya Perindustrian Ika Arianto, ST. Hadir pula para Kepala Bidang dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan yaitu Kabid Prasarana, Sarana dan Usaha Peternakan Mokhamad Syaifi, S.Pt serta Kabid Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Drh. Anna Ismawati. Tidak hanya dari kalangan pemerintahan, sebanyak 70 peternak daerah kab. Pasuruan turut hadir pada kunjungan tersebut.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Prof. Ronny R Noor dan pakar ulat sutra dari Fapet yaitu Dr. Yuni Cahya Endrawati, S.Pt, M.Si ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan dengan Fapet IPB. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ulat sutra bidang peternakan di wilayah kab. Pasuruan dengan ruang lingkup antara lain penyediaan bibit ulat sutra jenis samia. Penandatanganan SPK disaksikan oleh Sekda, Kadis dan Kabid dari Pasuruan serta Wakil dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, Ketua Departemen INTP Dr. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr dan Prof. Jakaria dari Fapet.

    Dr. Idat Galih Permana, Dekan Fapet menyambut baik kunjungan tersebut. “Terus terang kami senang karena kabupaten Pasuruan adalah kabupaten yang memang sangat potensial dan sangat produktif dari sisi pertanian terutama kalau di bidang peternakan sapi perah”tuturnya. “Kami juga mendengar dari Dr. Yuni kegiatan pengembangan ulat sutra kabupaten pasuruan ini juga sudah mulai berkembang dan inisiasi kerja sama kita kan mulai dari ulat sutra pun juga nanti barangkali bisa berkembang ke bidang yang lain terutama bidang peternakan sapi perah dan sapi potong”tambahnya.

    Sekda kab. Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, S.Sos.M.Si turut menyampaikan apresi pada pihak Fapet IPB dan menyapaikan beberapa hal terkait dengan peternakan di Pasuruan. “Kehadiran kami disini adalah bagian dari upaya kita dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada di Pasuruan, kami sempat diskusi dengan Dr. Yuni mengenai kegiatan dengan spesifik terkait pengembangan  ulat sutra di kab. Pasuruan karena dari unsur pemerintah daerah masih belum optimal dalam rangka mendukung apa yang sudah dilakukan oleh  teman-teman di pengelola ulat sutra”ungkapnya. Yudha juga berharap bisa mengembangkan kerja sama  tidak hanya di pengembangan ulat sutra tetapi di potensi peternakan yang lain. 

    Acara dilanjutkan dengan presentasi mengenai Inovasi Galur Sintetik Ulat Sutra Eri (Samia Cynthia Ricini) Untuk Pemberdayaan Peternak Ulat Sutra Samia Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur oleh Dr. Yuni Cahya Endrawati, S.Pt, M.Si dan dilanjutkan dengan kunjungan tim Pasuruan ke Laboratorium, Kandang Domba dan Pengolahan Sampah Fapet IPB. (Femmy)

  • Peternakan (Fapet) IPB University menerima kunjungan kerjasama dari Bappeda Kab. Tegal pada Selasa, (30/04) di Ruang Sidang Fapet. Tamu kunjungan diterima langsung oleh Dekan Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dan Wakil Dekan Bidang  Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si. Selain itu hadir para Guru Besar Fapet yaitu Prof. Rudy Prianto, Prof. Asep Gunawan dan Prof. Dewi Apri Astuti serta Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.Agr, Dosen Fakultas Pertanian IPB yang mendampingi peserta kunjungan.

    Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kab. Tegal, Arief Ardian, ST, M.T menyampaikan latar belakang pembahasan kerjasama ini. “Warung sate kambing berkembang dengan adanya exit pintu tol ke slawi,  untuk itu perlu ada strategi yang harus dilakukan antara lain dengan mendampingi kelompok ternak yang ada di Tegal dan supply daging ke warung sate kambing”ungkapnya. Dengan tenaga ahli dari Fapet IPB, Arief berharap akan banyak masukan untuk bidang ilmu, bagaimana ternak kambing di atas 1 tahun masih bisa empuk dagingnya dengan pakan yang lebih baik dan sesuai. “Tahun 2024 kami masih menyusun kajian dan strategi dan melihat kondisi langsung di Tegal, dari Fapet untuk mengirim mhsw KKN ke kabupaten Tegal khusus untuk desa yang lokasi peternakan kambing di Tegal”tambahnya.

    Dekan Fapet Dr. Ir Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menyambut baik kerjasama ini “Kita akan support baik dari budidaya maupun pakan supaya semua saling mendukung, pemasaran disana sudah sangat baik dan pasaran domba dan kambing ada yang sifatnya rutin ada yang tahunan”tuturnya.

    Prof. Rudy Prianto dari Departemen IPTP Fapet turut menyampaikan apresiasinya “Sate kambing merupakan wisata kuliner yang menarik. Rencana kita adalah mengembangkan kambing dan domba harus dimulai dari kajian secara menyeluruh, dari aspek on farm, breed, pemotongan, kemampuan daerah untuk penyediaan daging dan akan iarahkan pada daging dibawah usia setahun bobot diatas rata-rata, untuk meminimalisir aroma”jelasnya

    “Untuk jangka panjang, kerjasama ini juga dapat bermanfaat untukpengentasan kemiskinan ekstrim dan pengangguran terbuka, terkait nilai tambah diversifikasi produk, ada pabrik bisa meningkatkan nilai tambah untuk pengangguran terbuka’’ ujar Kepala Bidang Pembangunan Manusia Kab. Tegal, Gineung Pratidina, SE, M.Si. (Femmy).

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama sama dengan Departemen Sosial dan Lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet dan didukung oleh Agriantia IPB University menyelenggarakan Webinar Green Campus Movement Tahun 2021, 31/7. Green Campus Movement merupakan sebuah aktivitas untuk mendukung program IPB University dalam mewujudkan empat elemen green campus. Elemen tersebut yaitu green transportation, green movement, green energy dan green building.  

    Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam menerapkan hal-hal baik dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari untuk menjaga lingkungan.

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyampaikan mahasiswa berperan penting dalam memberikan kesadaran pada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, terutama di lingkungan sekitar kampus. Hal ini dapat mulai dari diri sendiri, dengan mengurangi penggunaan minuman kemasan dan membawa tumbler ketika sedang berpergian.

    Sementara, Retna Widayawati, Ketua Agrianita IPB University menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap Fakultas Peternakan yang telah mengadakan Webinar yang terkait dengan peduli lingkungan ini. Ia mengaku, Agrianita IPB University juga memiliki kesamaan visi untuk membentuk Green Campus sejak tahun 2018.

    “Agrianita juga pernah mengadakan program Asrama Bersih, untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa untuk menjaga lingkungan asrama dengan baik,” ujarnya.

    Webinar ini menghadirkan dua pembicara yang aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Narasumber yang dihadirkan merupakan alumnus IPB University yaitu Ikrom Mustofa, Founder Yayasan Generasi Cerdas Iklim dan Ranitya Nurlita, Founder Waste Solution Hub.

    Ikrom menyampaikan mengenai peran mahasiswa dalam mendukung perubahan iklim untuk mewujudkan green campus. Ia mengatakan, dalam mendukung kesadaran lingkungan, mahasiswa dapat mulai dari kebiasaan hidup sehari- hari dan memberikan edukasi masyarakat agar dapat peduli terhadap lingkungan dan membentuk masyarakat cerdas iklim.

    Sementara, Ranitya Nurlita, menyampaikan topik green lifestyle sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan. “Salah satu green lifestyle yang dapat dilakukan mahasiswa adalah memilah sampah organik dan anorganik, serta memilah sampah anorganik yang produksi agar dapat dimanfaatkan Kembali,” ujar Ranitya Nurlita, Alumnus IPB University

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut berpartisipasi pada kegiatan Jelajah IPB 2023 yang berlangsung di Gedung Grha Widya Wisuda pada (16/09). Fapet IPB yang terdiri dari 3 Prodi yaitu Teknologi Produksi Ternak (TPT), Nutrisi dan Teknologi Pakan (NTP) dan Teknologi Hasil Ternak (THT) banyak menarik perhatian pengunjung pameran yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar SMA dan sederajat. Beberapa siswa MAN 14 Jakarta terlihat antusias mendengarkan pemaparan di booth NTP yang menjelaskan produk-produk makanan snack untuk ternak.

    Siswa lain dari SMAN 1 Cisolok, Kab. Sukabumi yang juga berkunjung ke booth NTP, Sofia, mengatakan “Prodi NTP keren! Saya tertarik masuk ke peternakan karena melihat pengolahan pakan yang dibutuhkan peternak untuk penggemukkan dan menghasilkan hewan ternak yang sehat”ujarnya. Fitriani, rekan Sofia yang juga berasal dari SMAN 1 Cisolok memiliki minat yang berbeda. “Saya ingin masuk prodi TPT karena dari kecil sudah akrab dengan unggas ayam broiler pedaging. Semoga saya dapat diterima di Fapet IPB dan meneruskan usaha orangtua di bidang ternak” harapnya.

    Bukan hanya kalangan pelajar, Guru yang mendampingi para siswa banyak yang ingin mengenal lebih jauh tentang prodi yang ada di Fapet. Ayu, Guru BK dari SMAN 1 Megamendung Kab. Bogor mengaku baru mengenal produk yang dihasilkan oleh prodi THT berupa yogurt dengan perpaduan rasa strawberry dan rosella yang dikemas secara praktis. “Sangat surprising ada produk yogurt yang mengandung rosella, kebetulan keluarga saya pecinta yogurt dan produk yang saya cicipi ini rasanya enak dengan kandungan yang menyehatkan. Semoga marketingnya dapat diperluas lagi” ungkapnya.

    Jajang Nurjaman, Guru BK dari SMAN 1 Babakan Madang Sentul yang berkunjung ke booth prodi NTP berbagi pengalaman terkait pakan ternak yang dikelola di sekolahnya. “Kebetulan di sekolah kami ada yang namanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan salah satu programnya budidaya maggot” jelasnya. Jajang lalu menjelaskan proses produksi maggot yang berasal dari sampah-sampah organik, setelah menjadi maggot lalu diproduksi lagi menjadi pelet untuk ikan maupun ayam. “Awalnya saya pikir untuk melanjutkan minat siswa yang terlibat di produksi maggot ini bisa melanjutkan ke pertanian, namun setelah mengunjungi booth NTP ini saya jadi dapat menginformasikan kepada para siswa di sekolah bahwa di Fakultas Peternakan pun ada prodi NTP yang terkait dengan hal tersebut” pungkasnya.

    Selain penjelasan mengenai prodi, pelajar yang berkunjung ke booth Fapet juga dihibur oleh berbagai quiz pengetahuan dan games dengan hadiah berupa merchandise dan produk-produk menarik dari ketiga prodi di Fapet. (Femmy)

  • IPB University menggelar Malam Penghargaan IPB tahun 2023 pada (7/10). Acara yang diselenggarakan di Grha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga Bogor dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube IPB TV. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud apresiasi IPB kepada para Dosen, Tenaga Kependidikan,  Mahasiswa, Alumni, Unit Kerja dan peran Mitra atas dedikasinya dalam membangun IPB.

    Dalam Malam Penghargaan IPB University 2023 ini Fakultas Peternakan IPB turut ambil bagian dalam acara tersebut dengan diraihnya beberapa penghargaan. Penghargaan pertama diterima oleh Prof. Luki Abdullah  sebagai Academic Leader Bidang Pertanian. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi dalam tridharma pendidikan tinggi dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang nyata. Prof. Luki Abdullah adalah adalah dosen dari Fakultas Peternakan dengan inovasi sorinfer, pakan ternak yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang dibuat dengan dua bahan utama yakni tanaman indigofera yang berperan sebagai sumber protein berdaya guna (high protein utility) serta sorgum yang berperan sebagai sumber energi mudah tersedia (readily available energy). Sorinfer menggunakan teknologi pengawetan fermentasi, sehingga dapat mengurangi cost produksi.

    Penghargaan selanjutnya bidang penelitian dan publikasi diraih oleh Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fapet sebagai Departemen dengan Kinerja Publikasi Terbaik.  Penilaian tersebut berdasarkan data SINTA score pada 3 tahun terakhir. Penghargaan dan ucapan selamat disampaikan oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria kepada Ketua Departemen INTP Fapet Dr. Heri Ahmad Sukria.

    Mitra dengan inovasi terbaik diberikan kepada PT. Prima Agrostis Nusantara (PAN), mitra Fakultas Peternakan dengan inventor Prof. Luki Abdullah untuk produksi sorinfer. Penghargaan yang diterima secara langsung oleh Komisaris PT. Prima Agrostis Nusantara,  Zoufikar Imani tersebut adalah karena PT. PAN memiliki produk yang merupakan hasil invensi IPB University dan binaan Science and Technopark (STP) IPB dengan kriteria usaha yang terus berjalan, omzet penjualan, jumlah tenaga kerja, legalitas usaha dan kemudahan memperoleh izin edar. (Femmy).

  • Dalam rangka Dies Natalis ke 59, IPB University menggelar Malam Penghargaan IPB tahun 2022 pada (4/10). Acara yang diselenggarakan di IICC Bogor dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube IPB TV ini juga sekaligus sebagai penutupan dari seluruh kegiatan Dies Natalis IPB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud apresiasi IPB kepada para Dosen, Tenaga Kependidikan,  Mahasiswa, Alumni, Unit Kerja dan peran Mitra atas dedikasinya dalam membangun IPB.

    Dalam Malam Penghargaan IPB University 2022 ini Fakultas Peternakan turut ambil bagian dalam acara tersebut dengan diraihnya penghargaan sebagai Unit dengan Penelitian Kompetitif Nasional dan Desentralisasi Terproduktif 2022. Penghargaan dan ucapan selamat disampaikan oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria kepada Dekan Fakultas Peternakan Dr. Idat Galih Permana.

    Dalam kesempatan terpisah Dekan Fakultas Peternakan menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi IPB kepada seluruh dosen di Fakultas Peternakan yang selalu bersemangat berkompetisi dalam memperoleh pendanaan serta menjalankan penelitian dengan baik. Dr. Idat lebih lanjut mengatakan bahwa “Sebanyak lebih dari 60 judul penelitian dengan jumlah dana lebih dari 7,5 Milyar yang berasal dari skema kompetitif dan desentralisasi IPB dilaksanakan oleh dosen Fakultas Peternakan.”

    Pada Malam Penghargaan IPB University ini Prof. Anuraga Jayanegara mendapatkan penghargaan sebagai Dosen  dengan Kinerja Publikasi Terbaik. Prof. Anuraga adalah dosen dari Fakultas Peternakan yang sangat produktif dalam menulis publikasi internasional. Selain banyak melakukan penelitian, keahliannya dalam Meta Analysis membuatnya semakin produktif menghasilkan publikasi di jurnal internasional terindex Scopus. Dalam portal SINTA yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti, Prof. Anuraga merupakan Penulis dengan urutan tertinggi di IPB. Saat ini Prof. Anuraga memiliki Scopus H-index 21, Google Scholar H-index 27, dan Sinta Score Overall 3.761.

    Dosen Fakultas Peternakan yang juga memperoleh penghargaan adalah Prof. Irma Isnafia Arief sebagai Dosen dengan Kinerja Pendidikan Terbaik Fakultas Peternakan Prof. Irma adalah dosen dengan BKD (Beban Kinerja Dosen) yang tinggi serta mendapat nilai EPBM (Evaluasi Penilaian Belajar Mengajar) dari mahasiswa sangat baik. Prof. Irma juga sangat aktif dalam menjalankan penelitian serta produktif dalam menghasilkan publikasi. Pada tahun ini salah satu inovasi hasil penelitian Prof. Irma yaitu Yoghurt Rosela telah dikerjasamakan dengan salah satu perusahaan dalam skema Matching Fund program Kedaireka. “Saya sangat terharu dan berterimakasih kepada Pimpinan IPB, Pimpinan Fakultas Peternakan, kepada kolega dan sahabat dosen, tendik serta mahasiswa yang sangat memberikan support dalam pelaksanaan tugas pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan untuk IPB, Fapet serta semua civitas akademika. Sukses dan lancar menjalankan tugas sehari-hari” ujarnya dalam sebuah wawancara setelah penganugerahan penghargaan tersebut (Femmy).

  • Open house IPB kembali digelar dengan mengundang siswa SMA Se-Jabodetabek-Suci (Sukabumi Cianjur)  di Graha Widya Wisuda (GWW). Kegiatan ini merupakan acara yang setiap tahunnya digelar oleh Bagian Humas dan Promosi IPB dalam rangka promosi dan sosialisasi berbagai fakultas yang ada di IPB.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) mengadakan pelatihan, Selasa (4/5), secara daring. Pelatihan ini merupakan sesi kedua yang digelar. Kali ini membahas tentang pengolahan daging yang sehat dan berkualitas di masa pandemi COVID-19.

    Hadir sebagai pembicara, Dr Tuti Suryati, dosen IPB University dari Fakultas Peternakan. Fokus pelatihan sesi kedua adalah terkait pengolahan daging setelah sebelumnya membahas tentang penanganan daging. Hari sebelumnya, seminar diisi oleh Dr drh Denny Widaya Lukman, pakar higiene pangan dan kesehatan masyarakat veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University yang membahas tentang penanganan daging yang sehat di masa pandemi COVID-19.

    Pada kesempatan ini, Dr Tuti Suryati mengatakan daging memiliki kandungan gizi yang tinggi, memiliki citarasa tinggi dan menunjukkan value dan prestige yang tinggi. Hal ini membuat masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi daging. Sehingga penting untuk mengetahui tatacara melakukan pengolahan daging yang sehat dan berkualitas.

    Masa pandemi membuat masyarakat banyak membeli daging untuk disimpan di rumah.  Karena banyak daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akhirnya bahan makanan seperti daging banyak dibeli dan disimpan dalam waktu yang lama. Proses penyimpanan yang kurang tepat membuat daging mengandung senyawa beracun dan berbahaya jika dikonsumsi.

  • Fakultas Peternakan turut serta dalam acara “Get Closer to IPB Season 8” pada hari Sabtu-Minggu 7-8 Januari 2017.  Acara yang bertujuan memperkenalkan IPB kepada masyarakat itu diselenggarakan oleh Katalis Corp yang bekerjasama dengan Humas IPB.  Kegiatan Get Closer to IPB (GCTI) Season 8 ini terdiri dari tryout SBMPTN, Tour Campus, Expo Fakultas dan pemaparan seputar kampus oleh Civitas IPB.

    Fakultas Peternakan turut serta dalam expo fakultas. kegiatan yang ada di Stand Expo Fakultas Peternakan melibatkan duta Institut, Fapet ambassador, dan juga beberapa dosen yang hadir dan siap melayani pertanyaan dari peserta GCTI. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Stand Fakultas Peternakan menyediakan brosur yang dibagikan kepada seluruh pengunjung stand expo, display produk yang dihasilkan oleh Fakultas Peternakan, pembagian pin, photoboth dan juga pembagian susu secara cuma-cuma.

    Pada akhir kegiatan GCTI tepatnya pukul 16.00, diumumkan pemenang stand expo terbaik oleh panitia penyelenggara. Fakultas Peternakan IPB kembali berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Stand Expo Fakultas Terbaik dalam acara “Get Closer to IPB Season 8”. Selamat kepada tim panitia promosi.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama dengan Animal Logistics Indonesia-Netherlands (ALIN) mengelar Pelatihan Asesor Kompetensi Bidang Logistik Peternakan di Kampus Dramaga, Bogor (27-30/6). Menurut Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet, Dr Rudi Afnan, pelatihan ini sebagai salah satu rangkaian kerjasama ALIN dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Logistik Indonesia yang telah dijalin sejak Desember 2017. 

    Dimulai dengan menyusun dan mengembangkan skema unit kompetensi untuk okupansi supervisor logistik peternakan, pelatihan asesor hingga visitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi  (BNSP).

    “Kebutuhan asesor kompetensi bidang logistik ini diperlukan oleh Fakultas Peternakan IPB University dalam mendukung program Sarjana Plus Logistik Peternakan. Para lulusan program Sarjana Plus bisa memperoleh sertifikasi kompetensi. Pentingnya sertifikasi kompetensi di bidang logistik peternakan jelas akan mempengaruhi dan memberikan jaminan terhadap pemegangnya ataupun stakeholders,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan terhadap sumberdaya manusia yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan dan dibutuhkan industri peternakan.

    Dr Rudi menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian proses yang wajib dilalui oleh para calon asesor. Setelah pelatihan maka para calon peserta asesor akan mengikuti ujian apakah kompeten sebagai asesor kompetensi. Jika para peserta calon asesor dinilai kompeten maka akan memperoleh sertifikasi sebagai asesor kompetensi bidang logistik peternakan.

    “Pelaksanaan ujian bagi para calon asesor akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2019 di Fakultas Peternakan IPB University. Bagi para peserta yang lulus pada ujian tanggal 6 Juli 2019 akan menjadi asesor bidang kompetensi logistik peternakan,” ujarnya.

    Sementara itu, Uda Sasmita selaku perwakilan manajer sertifikasi dari LSP Logistik Indonesia menyatakan bahwa skema sertifikasi logistik peternakan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

    “Skema sertifikasi logistik di bidang manufaktur telah ada, namun untuk logistik di bidang peternakan ini merupakan hal pertama kalinya di Indonesia,” ujarnya.

    Kegiatan diikuti oleh enam peserta dari Fakultas Peternakan IPB University. Pelatihan ini dilatih langsung oleh  dua orang narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yaitu Ratna D dan Rahmat Sudjali. (ipb.ac.id)

  • Seminar Nasional Industri Peternakan (SNIP) 2017 digelar di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (JHH) Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 29-30 November. Seminar dengan tema ‘Peningkatan Implementasi Inovasi Riset pada Industri Peternakan’ ini terdiri atas plenary session dengan menghadirkan keynote speaker dan invited speakers dari perguruan tinggi, praktisi, dan industri peternakan; paralel presentasi oral, yang diklusterkan dalam empat grup yaitu bidang ternak unggas, ternak perah, ternak pedaging, dan bidang pakan hijaun; serta kunjungan ke industri peternakan PT Sierad Produce, Tbk.

    Ketua Panitia, Dr.agr. Asep Gunawan, mengatakan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi antara perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, pemerintah, dan industri peternakan sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat diimplementasikan di industri peternakan.

    Keynote speaker seminar adalah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, drh. I Ketut Diarmita, MP, Sementara, invited speakers dari perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, dan industri peternakan di antaranya Prof. Dr. Cece Sumantri (IPB), Prof. Dr. Luki Abdullah (IPB), Dr. Meika Syahbana Rusli (PT BLST IPB), Dr. Soeharsono (BALITNAK), Ir. Harianto Budi  (PT. Lembu Jantan Perkasa), dan Dr. Slamet Wuryadi (UKM Quail Farm).

    Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai partisipan di antaranya dosen, mahasiswa, peneliti, pelaku industri, pengambil kebijakan, dan masyarakat umum. Sebanyak 61 makalah ilmiah terseleksi dengan 37 makalah berasal dari perguruan tinggi (PT) dan balai penelitian ternak yang terdistribusi di seluruh Indonesia dan 24 makalah dari internal IPB.

    Sebaran pemakalah berdasarkan daerah dan instansinya terdiri atas Sumatera (USU, UNAND, Jambi, Panca Budi Medan); Kalimantan (Universitas Islam Kalimantan, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Halu Oleo); Maluku (BPT Maluku Utara); Papua (Universitas Papua); Jawa Barat (IPB); Jawa Tengah (UNDIP, UNS, Universitas Wijaya Kusuma); Jawa Timur (Universitas Negeri Malang), dan Balai Penelitian (BPT Ciawi dan BPT Maluku Utara).

    Makalah yang terseleksi merupakan makalah yang memiliki acuan hasil riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat dan industri peternakan. Makalah tersebut disajikan pada acara SNIP dan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding.(ipb.ac.id)