Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerjasama dengan Poulta Inc, sebuah perusahaan teknologi perunggasan yang mengusung visi besar dalam membangun masa depan industri ayam yang lebih efisien, berkelanjutan, dan terhubung secara digital. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, pada Jumat 19 September 2025. Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Prof. Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si menjelaskan kerjasama yang dilakukan adalah pengembangan teknologi smart farming berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
“Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan inovasi di sektor peternakan, khususnya perunggasan. Kerja sama ini juga merupakan wujud komitmen kami untuk membawa inovasi teknologi ke sektor peternakan, serta memperkuat peran IPB University dalam mendukung ketahanan pangan melalui penerapan IoT dan AI”jelasnya. Prof. Sri Suharti juga menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian ini juga disertai dengan rencana implementasi riset bersama, pengembangan perangkat IoT untuk peternakan unggas, serta penguatan kapasitas akademik melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat
Dalam sambutannya, Dekan Fapet, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Fapet IPB dengan mitra internasional untuk mendorong penerapan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (AI) di sektor peternakan. “Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penerapan IoT dan AI di lingkup kampus, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya para peternak ayam”ungkapnya. Beliau menuturkan pengalamannya saat berkunjung ke Tiongkok, dimana penerapan IoT, AI, bahkan teknologi robotik telah diimplementasikan secara masif dalam produksi ternak, baik ayam pedaging maupun petelur. “Mereka bahkan mampu mengelola lebih dari 200 ribu ekor ayam hanya dengan satu orang operator berkat dukungan teknologi modern. Ini adalah praktik yang sangat maju dan inspiratif bagi kita,” jelasnya.
Prof. Idat optimistis bahwa kolaborasi ini akan menjadi tonggak baru dalam era penerapan teknologi cerdas di bidang peternakan Indonesia. Selain untuk produk komersial, teknologi tersebut juga akan mendukung kegiatan penelitian, serta berpotensi dikembangkan pada sektor ternak lain seperti sapi perah maupun domba. “Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap produksi peternakan di kampus dan di lapangan akan semakin teratur, efisien, dan berdaya saing tinggi. Semoga kolaborasi ini tidak hanya bermanfaat bagi kami, tetapi juga memberikan dampak luas bagi para mitra dan peternak,” pungkas Prof. Idat.
Dari pihak Poulta, Eng.Allah Nawaz selaku Head of Global Business Development of Poulta Inc. menyambut baik kerjasama ini. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat hadir di IPB University, khususnya di Fakultas Peternakan. Kami merasa bangga sekaligus terhormat dapat menjalin kolaborasi bersama, dan pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak serta departemen yang hadir dan mendukung kerja sama ini.”ungkapnya. Nawaz menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan teknologi yang dapat meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak sosial positif, berkontribusi dalam peningkatan keterampilan para peneliti, pekerja di peternakan, serta mahasiswa yang terlibat dalam penggunaan teknologi tersebut.
“Saya berasal dari generasi yang berada di antara Gen Z dan milenial, sehingga saya memahami betul bagaimana teknologi telah mengubah cara hidup kita. Generasi saat ini ingin bekerja dalam lingkungan yang sarat dengan teknologi, karena mereka telah terbiasa menggunakannya. Oleh sebab itu, visi kami adalah menciptakan sebuah ekosistem di mana tenaga kerja baru memiliki keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi canggih, sehingga dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat”jelasnya.
Kegiatan ini tidak lepas dari peran Dr. Maria Ulfah, S.Pt, M.Sc.Agr, dosen dari Departemen IPTP Fapet sekaligus Presiden MIPI-WPSA yang sudah menginisiasi kerjasama ini. “Kerja sama ini sejalan dengan misi WPSA Center di Belanda, yaitu mendukung institusi dan peneliti, perusahaan maupun pengguna, mahasiswa, serta masyarakat luas agar dapat memperoleh manfaat dari kolaborasi ini,” ungkapnya. MIPI-WPSA Indonesia adalah singkatan dari Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia, sebuah organisasi resmi cabang World’s Poultry Science Association di Indonesia yang berdiri sejak 1992. Selama lebih dari tiga dekade, MIPI-WPSA Indonesia menjadi wadah akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam bidang perunggasan. Dengan visi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi ini berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi unggas di Indonesia.
WPSA Indonesia meyakini, sinergi ini akan membawa dampak positif, khususnya dalam peningkatan pengetahuan mahasiswa, penyediaan media pembelajaran, serta mendukung tujuan pendidikan dan pelatihan, termasuk ke luar negeri. “Ke depan, kerjasama juga diharapkan dapat diperluas, tidak hanya pada topik yang sedang berjalan, tetapi juga dalam bentuk pelatihan khusus bagi peternak, serta investasi program bersama Departemen”lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, WPSA juga menyinggung rencana kolaborasi dengan pemerintah, terutama terkait pelatihan penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan Internet of Things (IoT) bagi peternak. “Kami melihat peluang besar untuk berkolaborasi, baik dalam pelatihan maupun kegiatan pendidikan lainnya, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah,” tambahnya. Sebagai penutup, WPSA Indonesia kembali menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk menjalin kemitraan ini. “Kami percaya kerja sama ini akan memberi manfaat yang luas, baik bagi institusi, mahasiswa, maupun masyarakat,” ujarnya.
Seusai penandatanganan antara kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan Studium Generale oleh Eng.Allah Nawaz sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa Fapet baik dari tingkat sarjana maupun pascasarjana. Hadir pula beberapa Guru Besar dan pimpinan di lingkungan Fapet antara lain Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc, Prof. Dr.agr. Asep Gunawan, S.Pt. M.Sc., Dr. Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr, Dr. Jakaria, S.Pt., M.Si., Dr. M. Baihaqi, S.Pt., M.Sc serta Vice President for Coorperation and Development MIPI drh. Chutaemil Marom, MBA. (Femmy)