News

  • Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (HANTER) IPB University melalui Divisi Humas, Sosial dan Beasiswa setiap tahunnya memberikan donasi berupa sembako gratis untuk tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University dan donasi kepada anak yatim. Tidak hanya itu HANTER IPB University juga memberikan bantuan berupa beasiswa dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan bagi mahasiswa Fapet IPB University.

    Dalam kondisi wabah COVID-19 ini, HANTER IPB University tetap memberikan donasi untuk mahasiswa Fapet IPB University yang karena kendala tertentu tidak bisa pulang ke kampung halaman saat IPB menerapkan partially closed down.  Donasi dikumpulkan atas kerjasama antara HANTER IPB University dan Fapet IPB
     University.

    Paket donasi diberikan kepada 110 mahasiswa Sarjana (S1) dan 50 mahasiswa Pascasarjana (S2). Tidak hanya itu, donasi juga diberikan kepada staf keamanan di lingkungan IPB University dan tenaga keamanan di komplek perumahan yang lokasinya tak jauh dari kampus Dramaga seperti kompleks Perumahan Dramaga Cantik.

  • Fakultas Peternakan IPB University bersama Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) kembali mengadakan pelatihan daring pada hari 13/5. Pelatihan ini dibagi menjadi dua seri dan dilakukan selama dua hari masa pelatihan. Topik yang diangkat adalah “Penerapan Animal Welfare pada Rantai Pasok Sapi Potong".

    Pada hari pertama, fokus materi membahas tentang kaidah dan praktik kesejahteraan hewan pada rantai pasok sapi potong di Indonesia dan Australia. Hadir sebagai pemateri adalah drh Helen Fadma, alumni IPB University dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang saat ini berpkiprah sebagai Livestock Service Manager untuk Indonesia di perusahaan Meat and Livestock Australia. Selanjutnya, juga hadir Yudhistira Pratama, SPt dan drh Neny Santy Jelita sebagai pemateri dari FLPI.

    Pelatihan yang terbatas untuk 40 orang peserta ini membahas secara umum praktik-praktik kesejahteraan hewan di Australia dan Indonesia. Selain membahas hal-hal teknis, peserta juga diajak untuk membahas terkait regulasi dan peraturan terkait kesejahteraan hewan.

    Dr Helen manyampaikan bahwa penanganan hewan yang baik adalah syarat kesejahteraan hewan yang baik. Industri peternakan harus menjamin kesejahteraan hewan ternak, meliputi bebas dari lapar dan haus, rasa tidak nyaman, dan tidak cidera. Selain itu, hewan ternak juga harus bebas dari rasa takut dan tertekan, serta leluasa untuk menampilkan perilaku alaminya.

    “Indonesia merupakan negara importir daging sapi terbesar dari Australia. Sapi yang diimpor bukan hanya dalam bentuk daging, tapi masih hidup. Sehingga kesejahteraan sapi harus dijaga selama proses penanganan hewan ternak dari  pengiriman hingga penyembelihan hewan,” ujar Helen.

    Menurutnya, kesejahteraan hewan ternak yang paling riskan adalah saat proses pemindahan. Proses ini biasa menggunakan transportasi darat dan transportasi laut yang membuat sapi sering stres. Salain itu, kandang penampungan sementara juga harus disiapkan sesuai standar yang sudah ditetapkan. Paling banyak ditemui adalah lantai yang tidak datar, sehingga sapi merasa tidak nyaman.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University terus memperkuat ekosistem smart farming melalui kolaborasi strategis bersama perusahaan agritech Poulta Inc. (HO California, USA & Office in Pakistan). Kerja sama ini ditandai dengan penyerahan hibah teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) guna mendukung modernisasi peternakan ayam broiler sistem closed house.

  • Ulat sutra identik dengan kokon yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil. Tapi, ternyata kokon ulat sutra juga dapat dijadikan sebagai bahan kosmetik untuk perawatan kulit.

    Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof Dr Sumiati mengaku penasaran dengan kokon ulat sutra yang bisa mempercantik kulit. "Saya juga penasaran dengan kokon ulat sutra ini, kok bisa membuat kita cantik. Mudah-mudahan dengan webinar ini kita bisa mengulik lebih dalam tentang manfaat kokon ulat sutra bagi kecantikan," paparnya ketika membuka Webinar Series 1 yang bertajuk "Tetap Cantik dengan Kokon Ulat Sutra di Masa Pandemik COVID-19",  Kamis (4/6).

    Terkait manfaatnya di bidang kosmetik, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Dr Yuni Cahya Endarwati menjelaskan kokon ulat sutra memiliki komponen protein serisin. Lebih lanjut ia menjelaskan, komponen serisin mempunyai senyawa antioksidan yang bagus baik untuk makanan maupun kosmetik.

    "Komponen serisin ini dikatakan hampir sama dengan kulit manusia. Kemampuannya seperti asam amino yang sama dengan presentase dan komposisi yang sama. Serisin ini juga membantu transepidermal water loss dari kulit, hampir sampai 85 persen sehingga dapat menjaga kelembaban kulit," imbuhnya.

    Selain itu, serisin juga memiliki kandungan nutrisi yang baik dan bersifat edibel sehingga bisa langsung bisa dimanfaatkan maupun sebagai bahan komposit. Komponen serisin juga bisa sebagai koagulan. Sifat koagulan tersebut dimanfaatkan sebagai purifikasi air dan bisa dimanfaatkan sebagai pembersih muka dari kotoran yang menempel. Di samping itu, kokon ulat sutra juga berfungsi sebagai pelindung ultraviolet maupun senyawa kimia lainnya.

    "Secara alamiah, kokon ini berfungsi sebagai pelindung pupa. Di alam bebas sana, stres dan cekamannya sangat banyak, mulai dari lingkungan maupun musuh yang dapat merusak kokon," papar Dr Yuni.  

    Secara khusus, kokon ulat sutra yang sudah diteliti dan bisa digunakan untuk kosmetik adalah kokon ulat sutra murbei (Bombix mori).

    Pemakaian kokon ulat sutra untuk perawatan kulit yang mudah yaitu dengan merendam kokon selama 5-10 menit di dalam air panas, lalu kokon diletakkan di ujung jari, kemudian digunakan untuk memijat area wajah secara lembut selama 10-15 menit.

    "Kalau perawatan, kita tidak bisa langsung mendapatkan hasilnya. Tidak bisa setelah pemakaian pertama kulitnya langsung kinclong, perlu waktu paling tidak tiga bulan, tergantung perawatan dan jenis kulitnya," jelas Dr Yuni.

    Pakar ulat sutra itu juga menjelaskan, untuk aplikasi optimal, ekstrak protein kokon dapat ditambahkan ke dalam cream, sabun, tonik, serum, masker maupun face mist.

    Sementara, dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Fitria Agustina, SpKK, FINSDV menjelaskan kulit yang sehat dicirikan dengan kulit yang tampak bercahaya, warna kulit merata, terasa kenyal dan halus ketika diraba, dan bebas flek hitam maupun jerawat.  

    "Kulit yang sehat dapat didapatkan dengan memakai kosmetik yang tepat untuk melindungi kulit, asupan nutrisi yang baik dan seimbang, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin setiap hari sehingga nutrisi dapat terserap optimal ke dalam jaringan kulit,  dan tentunya harus bahagia karena bahagia dapat memicu hormon yang baik bagi kesehatan," pungkasnya (ipb.ac.id)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut berpartisipasi dalam International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2026 yang diselenggarakan pada 16–18 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

    ILDEX Indonesia merupakan pameran internasional yang mempertemukan berbagai pelaku industri peternakan, susu, pengolahan daging, dan akuakultur. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha, produsen, distributor, akademisi, profesional, hingga masyarakat untuk bertemu, membangun jejaring, serta mengenal berbagai inovasi dan perkembangan teknologi di sektor peternakan dan industri pangan hewani.

    Dalam kegiatan tersebut, Fapet IPB University menampilkan beragam produk hasil inovasi dan pengembangan di bidang peternakan. Produk yang dipamerkan diantaranya : wafer pakan, pellet tikus, herbal mineral block, creep feed, milk replacer, pakan kucing, Sorinfer, Ca-Soap Prillfat, Palmofeed, Dairyboost, Lactowaf, telur omega-3, yoghurt cair, instant yogurt, keju mozzarella, permen susu, tepung telur, crispy almond yoghurt, vermikompos, POC, ayam ungkep IPB-D, olahan domba premium, D-Ruminansia, madu, minuman kelor, empon-empon Agrianita, ayam IPB, telur ayam kampung, serta pakan fungsional ayam IPB.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Gedung Rektorat Kampus IPB Dramaga, Bogor.

    Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi, Dr. Pebra Heriansyah, SP., MP sebagai pihak pertama, dan Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr sebagai pihak kedua.

    Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui studi lanjut maupun pelatihan-pelatihan pengembangan kapasitas.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (UNPAD). Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga, Bogor (7/8). 

    “Unpad ini wilayahnya dekat dengan IPB, kita satu provinsi. Tujuan kita sama ke depan, yaitu saling bekerjasama terkait dengan akademik, baik untuk memfasilitasi mahasiswa credit earning ataupun mengikuti program magang” ujar Dekan Fapet IPB University, Dr Idat Galih Permana. Dalam sambutannya, Dr Idat juga juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan juga untuk inisiasi riset kerjasama anatr perguruan tinggi. “Walaupun dari sisi jumlah Dosen & mahasiswakita paling sedikit di IPB, Tapi kegiatan riset kita cukup tinggi di IPB. Selain MBKM, Kita bisa sharing pertukaran mahsiswa, dengan tema-tema khusus, misalnya teknologi 4.0,” tambahnya.

    Dekan Fakultas Peternakan UNPAD, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si.,  turut menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah mengemban satu misi, yaitu kolaborasi bidang pendidikan, riset dan ke depan direncanakan publikasi. “Di kami ada Pusat Studi, semua Dosen harus masuk ke kelompok riset dengan masing-masing komoditas di dalamnya, misalnya komoditas perah” jelasnya seraya menambahkan setiap kelompok riset harus punya mitra baik luar negeri maupun dalam negeri dan hal tersebut bisa dijadikan peluang untuk berkolaborasi. “Kita bisa laksanakan riset bersama ada road mapnya dan target publikasinya”tandasnya.

    Kedua belah pihak juga berharap dengan adanya hubungan historis antara Fapet IPB dengan Unpad akan terjalin kerjasama yang lebih kuat. Wakil Dekan Fapet IPB University Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Irma Isnafia Arief juga menyebut akan dilaksanakan student exchange antar kedua PTN tesebut agar mahasiswa memiliki networking lebih luas.

    Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Dekan Fapet IPB Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti serta para Ketua Departemen (Kadep), yaitu Kadep Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakann (IPTP) Prof Asep Gunawan dan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Dr Heri Ahmad Sukria. Sedangkan dari pihak UNPAD, turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Riset Ir. Indrawati Yudha Asmara, S.Pt., M.Si., Ph.D serta Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ir. Endang Sujana, S.Pt., MP., IPM.  (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University jalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana, Kupang dalam rangka mewujudkan peran serta Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan Kolaborasi Akademik dan Riset Industri dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Menghasilkan Lulusan yang Kompetitif di Program Studi S1 Peternakan. Penandatanganan kerjasama berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga, (19/7). 

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyatakan apresiasinya kepada pihak Universitas Nusa Cendana. Ia mengatakan, “Dengan adanya program MBKM akan banyak kolaborasi, sudah saatnya mempererat kerjsama yang sudah lama antara IPB dengan Undana terutama dengn staf dan dosen Undana yg kuliah di IPB” ujarnya. Ia menambahkan “Di IPB kami didorong memfasilitasi melakukan MBKM, credit eraning, riset dan pemberdayaan masyarakat dalam 1 semester, untuk memperkaya wawasan mahasiswa yang saat ini sistem pembelajaran lebih terbuka dan kita harus memberikan kesempatan itu seluas-luasnya kepada mahasiswa” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Ir. Arnold Elyazar Manu, MP, selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana menyampaikan beberapa hal terkait kerjasama dengan Fapet IPB University selain MBKM  “Prodi peternakan di Undana merupakan salah satu prodi yang ditunjuk untuk melakukan akreditasi internasional. Kami bentuk tim untuk akreditasi, benchmarking salah satunya di Fapet IPB” tuturnya. Hal lain yang disampaikan adalah percepatan profesor di Undana dengan mengarah pada salah satu jurnal yang akan dituju yaitu media peternakan di Fapet IPB.

    Dr. Maria Yashinta Luruk, Kaprodi Peternakan Undana yang juga hadir pada kesempatan itu juga menyampaikan perihal mata kuliah untuk Teknologi Hasil Ternak apa saja yang harus diperbanyak, karena di Undana belum ada mata kuliah yang menaungi dan studi lanjut. “Kami dari prodi butuh info mengenai mata kuliah di THT khususnya bidang hasil ikutan, jika diperbolehkan kami butuh informasi lebih lengkap” harapnya.

    Beberapa dosen Fapet IPB yang hadir memberikan jawaban dan masukan terhadap apa yang disampaikan oleh pihak Undana. Antara lain Prof. Asnath M Fuah yang menyampaikan mata kuliah THT di Fapet IPB yang ruang lingkupnya sudah luas, dari hasil sampai sampingannya. Prof. Asep Gunawan yang turut terlibat dalam Akreditasi Internasional serta akan diskusi lebih lanjut mengenai percepatan Guru Besar. Selain itu, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Dr. Sri Suharti, siap mengarahkan untuk pelatihan penulisan jurnal ilmiah internasional. “Terkait jurnal ada baiknya di Fapet Undana mengadakan semacam pelatihan cara menulis jurnal, teknik menulis artikel, merupakan salah satu cara untuk publikasi jurnal internasional. Dari bahasa bisa diprogramkan agar bahasa inggris lebih baik” ujar dosen nutrisi ternak yang juga sebagai Asociate di Tropical Animal Science Jurnal ini.

    Terkait MBKM, Prof. Rudy Prianto juga memberikan gambaran salah satu program MBKM yaitu pabrik sorinfer dengan mitra “Di Jonggol diadakan semacam kegiatan semacam magang, ada pabrik sorinfer. Mahasiswa melakukan semacam kegiatan yang berkaitan dengan penelitian dengan perusahaan mitra, dalam 1 bulan mahasiswa mendapatkan materi bisnis, dll. Dengan ketua Tim oleh Prof. Luki Abdullah” urainya. Prof. Rudy juga mengatakan para mahasiswa tersebut mendapat sertifikat dan nilai SKS serta direkrut untuk penelitian pada domba dan sapi di masyarakat. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan  (Fpt) Universitas Halu Oleo (UHO). Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB University, Bogor (10/8).

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Fapet IPB dengan Fakultas Peternakan UHO “Kita sangat terbuka baik mengirimkan maupun menerima  mahasiswa antar perguruan tinggi, secara teknis antar wakil dekan bisa berkomunikasi untuk menyesuaikan penjadwalan”ujarnya yang juga berharap dengan silaturahmi bisa terus kerjasama. “Kita sama-sama ingin maju, belajar, banyak hal yang terus kita perbaiki dengan saling kerjasama. Saat ini juga sudah banyak prodi yang sudah terakreditasi secara internasional”tandasnya.

    Di lain pihak, Dekan Fakultas Peternakan UHO Dr. Ir. Ali Bain, M.Si menegaskan bahwa tuntutan kerjasama adalah suatu keniscayaan, tanpa kerjasama sulit tercapai IKU. “Kerjasama ini bisa menjadi kesempatan bagi dosen untuk belajar, akan banyak hal yang bisa dishare, menjadi fokus yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah membangun kerjasama lebih luas terutama di bagian barat (Indonesia)”.

    Kegiatan yang berlangsung di Bogor ini juga dihadiri Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Yulkifli, M.Si  beserta para Wakil Dekan yang tengah bekerjasama dengan  Fapet IPB. Selain itu juga hadir Wakil Dekan Akademik Kemahasiswaan Fapet IPB, Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt., MS dan Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fapet IPB Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si. Juga hadir perwakilan prodi-prodi di lingkungan Fapet IPB dan Fapet UHO (ipb.ac.id)

  • Setelah beberapa saat lalu Fapet IPB University menjalin kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan Kolaborasi Akademik dan Riset Industri dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Menghasilkan Lulusan yang Kompetitif di Program Studi S1 Peternakan, pada tanggal 20/07/2022 Fapet IPB kembali menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan lainnya yaitu Universitas Udayana, Denpasar dalam bidang yang sama.  Penandatanganan kerjasama berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga.

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana mengatakan  secara umum kerjasama ini meliputi MBKM, Riset, Pengabdian dan akan dilanjutkan dengan diskusi terkait program Doktor dan memberikan sedikit gambaran mengenai program pascasarjana di Fapet IPB. “Untuk S2 minatnya tinggi S2, di awal pandemi setiap prodi lebih dari 20 mahasiswa yang mendaftar” jelasnya. Selain itu ia juga menjelaskan untuk kerjasama ini ke depan di program MBKM, tiap perguruan tinggi mulai terbuka menerima mahasisw dari luar. “MBKM stay di satu universitas, bisa merasakan atmosfer akademik, tidak hanya perkuliahan tapi kegiatan kemahasiswaan, mengikuti event, kegiatan yang dilakukan BEM atau HIMPRO” urainya seraya berharap dengan kegiatan ini kedua belah pihak bisa saling berkirim mahasiswa, karena masing-masing universitas memiliki keunikan dan daya tarik sendiri, misalnya di Udayana banyak mahasiswa asing.

    Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana, M.S., IPU, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang hadir bersama jajarannya yaitu Wakil Dekan  Bidang Akademik dan Perencanaan Dr.Ir.Dewi Ayu Warmadewi,S.Pt.,M.Si.,IPM dan  Kaprodi S3 Peternakan Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap pihak Fapet IPB yang sudah menerima kunjungan dengan baik “Secara singkat sudah disampaikan tujuan kami adalah menindaklanjuti draft PKS yang sudah dikomunikasikan antara kedua belah pihak, tinggal secara legal dilaksanakan” ucapnya seraya menjelaskan bahwa ketertarikan awal pada pengembangan pasca diawali dengan peran Prof. Luki Abdullah, guru besar Fapet sebagai narasumber kurikulum program dan Doktor, SDM di Udayana sebagian besar S2 dan S3 adalah alumni IPB.

    Setelah penandatanganan PKS antara Fapet IPB dan Fapet Udayana berlangsung, dilanjutkan dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak. Dijelaskan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fapet IPB Prof. Irma Isnafia Arief, untuk program Doktor by Research sudah ada yg menerima di inp, tapi belum lulus mahasiswanya. “Perbedaannya dengan reguler adalah by research sudah ada penelitian, publikasi nasional dan internasional. Selain itu, sudah mempunyai rencana penelitian yang terarah dan dananya jelas, biasanya dari BRIN, sedangkan program jalur reguler tidak diperlukan” jelasnya seraya menambahkan pada jalur riset SKS mata kuliah wajib hanya Falsafah Sains, yang lain kewajiban untuk penelitian.

    Selanjutnya menjawab pertanyaa-pertanyaan dari pihak Fapet Universitas Udayana, Kaprodi Pasca Ilmu Nutrisi dan Pakan (INP) Fapet IPB Prof. Dewi Apri Astuti menambahkan secara pengalaman di pasca Fapet IPB, baru 1 orang yang mendaftar by research dari BRIN dan sudah ada kolaborasi dengan pembimbing dengan riset tertentu, selain Falsafah sains, juga wajib lulus Bahasa Inggris. “Pelaksanaan di prodi diberi kesempatan memilih topik-topik khusus, harus diambil  dan ada juga mata kuliah pilihan sesuai risetnya” jelasnya.

    Dr. Ir. Lucia Cyrilla E.N.S.D., M.Si. , Kaprodi Pasca Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (ITP) mengungkapkan syarat menjadi mahasiswa Doctor by Research, paling tidak peneliti di instansi asal, punya hubungan dengan prodi atau calon pembimbing. “Kami ada satu (mahasiswa) dari Balai Penelitian Peternakan (Balitnak) dibawah bimbingan Prof. Cece Sumantri dan Prof. Asep Gunawan” ujarnya. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University kembali mengadakan pelatihan daring manajemen ternak. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari 14/5 ini bekerjasama dengan dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI). Pelatihan ini merupakan seri kedua yang digelar. Kali ini membahas tentang penanganan hewan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) modern.

    Hadir sebagai  pembicara, Mukhlas Agung Hidayat, SPt, praktisi di bidang manajemen ternak khususnya pemotongan hewan ternak dari FLPI. Ia juga merupakan Manager Produksi RPH PT. Cianjur Aria Makmur. Hari sebelumnya, pelatihan diisi oleh drh Helen Fadma, alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University yang saat ini berprofesi sebagai Livestock Service Manager untuk Indonesia di perusahaan Meat and Livestock Australia.

    Kegiatan dibuka oleh Dr Rudy Afnan selaku Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan, IPB University. Ia mengatakan bahwa di tengah masa pandemi, Fapet IPB University akan terus produktif melakukan kegiatan. Salah satu agenda yang akan dilakukan secara rutin adalah pelatihan dan diskusi online. Dr Afnan juga sangat berterima kasih atas antusiasme dari pemateri yang berasal dari berbagai daerah dan institusi.

    “Saya sangat berterima kasih atas kehadiran dari peserta. Lengkap sekali dari Aceh sampai Papua, baik dari profesor, dosen dan akademisi lain hingga praktisi. Selamat berdiskusi dan belajar, semoga di tengah pandemi ini tidak menurunkan semangat kita untuk terus produktif di bidang kita,“ ungkapnya.

    Pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama dengan metode pembahasan materi dan tanya jawab. Sesi pertama membahas tentang pemotongan hewan modern dan tradisional, good slaughter practice (GSP), dan teknis penerapan GSP di RPH modern. Sesi kedua, pembahasan materi fokus pada deboning dan meat parting serta pendalaman tentang pisau RPH dan perawatannya. Selama pelatihan berlangsung peserta sangat antusias untuk melakukan diskusi.

    Mukhlas mengatakan bahwa ada tiga klasifikasi utama RPH yaitu kelas satu hingga kelas tiga. RPH dikatakan modern apabila minimal sudah masuk dalam kategori kelas tiga. Perusahaan yang saat ini ditempatinya adalah RPH kelas dua yang harus menggunakan fasilitas dan  metode yang terstandar internasional. Namun, untuk melakukan ekspor, RPH harus masuk dalam standar RPH kelas satu. Kelas ini jumlahnya sangat sedikit di Indonesia, bahkan bisa dihitung jari.

    “Alur pemotongan dikategorikan menjadi tiga yaitu, pra pemotongan, pemotongan, dan pasca pemotongan. RPH modern menggunakan sedikit tenaga manusia dan lebih banyak menggunakan mesin. Jika pemotongan tradisional sampai melibatkan lima orang untuk menyembelih sapi, RPH modern hanya membutuhkan satu orang operator,” ujar Mukhlas.

    Menurutnya, perlunya RPH mengetahui dan menerapkan pedoman good slaughtering practice yang bisa disebut GSP. Hal ini akan meningkatkan kualitas dari produksi daging di Indonesia. RPH modern di Indonesia masih belum banyak, padahal potensi bangsa sangat besar di bidang peternakan.

    Acara ini dimoderatori oleh Dr Edit Lesa Adhitya. Dikatakannya bahwa kegiatan pelatihan akan dilakukan rutin dengan topik berbeda tiap minggunya(ipb.ac.id)

  • Fakultas Peternakan IPB dan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako Palu lakukan kolaborasi akademik dan riset industri yang terjalin melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga, (10/12). 

    Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyatakan apresiasi kepada pihak Universitas Tadulako“Kita terbuka ke semua universitas untuk memberikan kesempatan ke mahasiswa untuk belajar di luar kampus, bisa berupa credit earning, sosial masyarakat, ataupun industri kita sudah banyak menjajaki” ujarnya. Beliau juga berharap kerjasama bisa lebih luas lagi, tidak hanya MBKM, tapi juga riset dan pengembangan dan bisa diimplementasikan.

    Acara tersebut dihadiri oleh Ir. Muhamad Ilyas Mumu, S.Pt., M.Sc.Ag., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.selaku Ketua Jurusan Peternakan dan Perikanan yang mewakili pihak Universitas Tadulako. Pria yang akrab disapa Mumu ini mengatakan program utama di Tadulako adalah kerjasama. Salah satunya yang akan dilakukan di Fapet IPB adalah bagaimana mahasiswa bisa melakukan MBKM di Closed House dan akan dpilih mahasiswanya. Tujuannya agar setidaknya ada skill tambahan bagi mahasiswa.

    Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan diskusi inisiasi kerjasama MBKM dengan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari yang di hadiri oleh Prof. Dr. Ir. Muh. Amrullah Pagala, S.Pt, M.Si., I.P.M.

    Ketiga perguruan tinggi bidang peternakan ini sepakat untuk mengembangkan program MBKM baik untuk mahasiswa program sarjana dan pascasarjana

    Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh para Wakil Dekan Fakultas Peternakan, yaitu Prof Irma Isnafia Arief dan Dr Sri Suharti. Selain itu hadir serta Ketua dan Sekretaris Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Selain itu juga hadir Ketua Prodi S2/S3 Ilmu Produksi Peternakan dan Prodi S2/S3 Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan IPB University. (Femmy/SSI)

  • Bogor, IPB University – Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University berkolaborasi dengan Universitas Pakuan serta mitra UMKM Bogor Sari Nutrisi dan Wahyu Farm Sejahtera menginisiasi program pengembangan produk keju mozzarella dan soft candy berbahan dasar susu sapi lokal di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UBUD) Program BIMA Kemdiktisaintek tahun 2025.

    Program yang berjudul “Pengembangan Produk Keju dan Soft Candy Susu Sapi Lokal sebagai Produk Pangan Sehat Unggulan Daerah Ciawi Bogor” ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memperkuat ekonomi lokal. Ketua pelaksana kegiatan, Prof Dr Irma Isnafia Arief, SPt, MSi dari Fapet IPB University, menuturkan bahwa pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, pendampingan izin edar rumah produksi, sertifikasi halal, serta perbaikan kemasan.

    Selain itu, pendampingan juga dilakukan pada aspek manajemen peternakan sapi perah di Wahyu Farm Sejahtera, sistem informasi keuangan dan pemasaran digital, manajemen produksi, serta sanitasi lingkungan rumah produksi. Dukungan juga diberikan berupa alat produksi keju, pasteurisasi susu, dan milk can untuk menunjang kualitas produk.

    “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendampingi dari sisi teknis produksi, tetapi juga memastikan produk mitra siap memasuki pasar modern dengan standar mutu yang lebih baik,” jelas Prof Irma.

    Kegiatan PM-UBUD 2025 ini juga melibatkan enam mahasiswa sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan bobot 10 SKS. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik lapang, capstone project, serta pelatihan soft skills kewirausahaan.

    Saat ini, produk keju mozzarella dan soft candy susu sapi lokal hasil pendampingan telah mulai dipasarkan melalui pemesanan dan pameran. Produk tersebut sedang dalam proses perizinan edar agar dapat dijual lebih luas di swalayan.

    Tim pelaksana bersama mitra menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungan melalui Program BIMA PM-UBUD 2025, yang memungkinkan pengembangan pangan sehat unggulan daerah sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis peternakan.  Lihat Video Profile

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut berpartisipasi dalam Jelajah IPB 2026 yang berlangsung di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW), IPB University, pada Sabtu (19/9/2026). Kehadiran Fapet IPB mendapat perhatian dari para siswa SMA sederajat yang hadir untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, program studi, serta berbagai peluang di bidang peternakan.

    Jelajah IPB 2026 merupakan agenda open house tahunan IPB University yang memberikan kesempatan kepada pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, program studi, serta berbagai keunggulan yang dimiliki IPB University. Tahun ini, Jelajah IPB hadir dengan rangkaian kegiatan yang meliputi campus talk, campus tour, campus expo, try out, cerita alumni inspiratif, hingga program One Day as a Student.

    Selain menyasar calon mahasiswa jenjang sarjana, Jelajah IPB 2026 juga menghadirkan informasi mengenai program Pascasarjana. Perluasan cakupan ini memberikan kesempatan bagi lulusan sarjana maupun profesional muda untuk memperoleh informasi mengenai pilihan studi magister dan doktoral di IPB University.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kunjungan delegasi College of Animal Science and Technology, China Agricultural University (CAU), Tiongkok, pada 26 Juli–1 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kemitraan akademik, memperluas kolaborasi riset, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan inovasi di bidang peternakan.

    Delegasi CAU yang terdiri atas empat dosen dan lima mahasiswa doktoral mengikuti berbagai agenda akademik yang diselenggarakan Fapet IPB University, meliputi pertemuan akademik, diskusi ilmiah, Graduate Student Research Seminar and Presentation, kunjungan laboratorium dan fasilitas penelitian, kunjungan lapang, serta kegiatan summer course. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi antara kedua institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Salah satu agenda utama adalah Graduate Student Research Seminar and Presentation yang menghadirkan tiga dosen CAU, tiga mahasiswa doktoral CAU, serta tiga mahasiswa pascasarjana Fapet IPB University sebagai pemateri. Berbagai topik penelitian yang dipresentasikan mencakup genetika dan pemuliaan ternak, nutrisi sapi perah, hingga intelligent livestock farming. Diskusi yang berlangsung aktif memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa kedua institusi untuk bertukar pengalaman, memperkaya perspektif ilmiah, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi riset di masa mendatang.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University memperoleh apresiasi atas capaian tepat waktu tertinggi di IPB University. Pencapaian ini menjadi hasil dari komitmen Fapet dalam memperkuat pengelolaan akademik dan memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu.

    Capaian tersebut merupakan hasil dari strategi akademik yang dijalankan secara konsisten di lingkungan Fapet. Upaya untuk mendorong kelulusan tepat waktu tidak hanya dilakukan pada tahap akhir masa studi, tetapi melalui pemantauan dan pendampingan mahasiswa secara berkelanjutan.

    Strategi Mendorong Kelulusan Tepat Waktu

    Salah satu strategi utama Fapet adalah memperkuat monitoring perkembangan studi mahasiswa. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi lebih awal mahasiswa yang menghadapi kendala akademik, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebelum menjadi hambatan pada akhir masa studi.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University kembali memperkenalkan inovasi unggulan hasil riset pemuliaan ternak melalui ajang The International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition, Indonesia (ILDEX) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Pada kegiatan tersebut, Fapet IPB University tidak hanya menghadirkan informasi mengenai hasil riset dan inovasi, tetapi juga menampilkan live animal berupa Ayam IPB-D1, serta Domba Premium IPB.

    Kehadiran live animal tersebut menjadi salah satu daya tarik booth Fapet IPB University. Pengunjung dapat melihat secara langsung ternak hasil pengembangan para peneliti Fapet IPB University sekaligus memperoleh informasi mengenai keunggulan dan potensi pengembangannya.

    Ayam IPB-D1 merupakan ayam unggulan yang dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Cece Sumantri. Salah satunya, Ayam IPB-D1, merupakan hasil persilangan ayam Pelung, Sentul, Kampung, dan PS Cobb yang dirancang memiliki daya adaptasi tinggi serta ketahanan terhadap penyakit.

    Selain memiliki ketahanan terhadap penyakit viral dan bakteri, Ayam IPB-D1 juga memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Pada umur 10 minggu, ayam ini dapat mencapai bobot sekitar 1,2 kg. Pengembangan Ayam IPB D Series menjadi bagian dari upaya Fapet IPB University dalam menghasilkan ayam lokal unggul yang adaptif dan produktif.

  • Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University turut berpartisipasi dalam kegiatan Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus 2025 dengan menampilkan berbagai produk inovasi unggulan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 21–23 Desember 2025, bertempat di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

    Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus 2025 menjadi ajang temu kangen alumni IPB dari seluruh angkatan yang dikemas dalam rangkaian kegiatan menarik, mulai dari reuni alumni, pentas seni dan kuliner, hingga pameran yang melibatkan fakultas, himpunan alumni, serta pelaku UMKM.

    Pada kesempatan ini, Fapet IPB University membuka booth yang berlokasi di halaman depan Gedung Rektorat IPB University. Melalui booth tersebut, Fapet memperkenalkan berbagai program studi yang ada di lingkungan Fakultas Peternakan melalui pamflet informatif serta tayangan video profil yang ditampilkan secara interaktif.

    Selain pengenalan program studi, Fapet juga menampilkan sejumlah produk inovasi, di antaranya HMB, wafer pakan, serta berbagai produk dalam bentuk dummy seperti telur omega-3, ayam IPB D1, dan yogurt Dairycious yang telah diproduksi dan dipasarkan secara nasional. Produk-produk ini mencerminkan kontribusi Fapet IPB University dalam pengembangan inovasi berbasis peternakan yang berkelanjutan.

    Antusiasme pengunjung terlihat jelas di booth Fapet. Para pengunjung yang didominasi oleh alumni tampak aktif berdiskusi, menanyakan perkembangan Fakultas Peternakan dan program studi yang ada saat ini. Suasana semakin meriah dengan adanya spot foto menggunakan topi koboy yang disediakan di booth, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para alumni.

    Tidak hanya itu, beberapa pengunjung juga berkesempatan mencicipi kesegaran susu murni yang berasal dari Laboratorium Perah Fakultas Peternakan IPB University. Alumni yang hadir pun beragam, mulai dari alumni senior hingga lulusan baru, tidak hanya berasal dari Fakultas Peternakan, tetapi juga dari fakultas lain yang tertarik dengan inovasi dan produk yang ditampilkan.

    Keikutsertaan Fapet IPB University dalam Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus 2025 diharapkan dapat mempererat silaturahmi dengan alumni sekaligus memperkenalkan peran dan kontribusi Fakultas Peternakan dalam pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi kepada masyarakat luas. (Femmy)

  • Himpunan Profesi Mahasiswa Fakultas Peternakan menyelenggarakan kegiatan Festival Ayam Pelung Nusantara (FAPN). Kegiatan berlangsung di Gedung Jannes Humuntal Hutasoit, Fakultas Peternakan (Fapet), Institut Pertanian Bogor pada 15-16 September 2018.

    Dekan Fapet Dr Ir Mohamad Yamin MAgrSc menyambut dan mengapresiasi baik kegiatan ini. Dalam sambutannya, Yamin menyebutkan bahwa ayam Pelung memang perlu dilestarikan. Hal ini mengingat bahwa ayam Pelung merupakan sumber daya genetik (SDG) lokal yang tidak dipunyai oleh negara lain di dunia.

    “Acara ini diharapkan dapat memenuhi kriteria dari 3 learning outcome, yakni pengetahuan, skill dan sikap yang aplikasinya ke arah pemeliharaan dan pengembangannya,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Yamin mengemukakan ayam Pelung dapat dijadikan sebagai bibit unggul, lalu digunakan tidak hanya untuk suaranya saja yang merdu, namun juga diharapkan dari produksi dagingnya. Sehingga arah pengembangan ayam pelung ke depan dapat disesuaikan dengan standar pemeliharaan yang sama dengan ayam ras saat ini.

    “Semoga di masa mendatang kegiatan Himpunan Profesi Mahasiswa ke depannya tidak hanya fokus pada ayam Pelung saja, akan tetapi juga SDG ternak Indonesia lainnya juga harus diperhatikan seperti ayam Ketawa, Merawang dan ayam kokok Balenggek,” tandasnya.

    Kegiatan FAPN 2018 ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya Kerjasama dan Pengembangan yang juga Dosen Dasar Produksi Unggas, Dr. Rudi Afnan SPt, MScAgr dan Pembina Kemahasiswaan Fapet, Dr. Sigit Prabowo SPt, MSc. Panitia Pelaksana menghadirkan Prof. Iman Rahayu, Guru Besar Perunggasan Fapet sebagai pembicara utama dan Cece Suherman dari Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara sebagai pembicara sekaligus sebagai koordinator penjurian FAPN 2018.

    Ketua Panitia Pelaksana, Berry Sipayung mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan sebagai acuan dan pengembangan ayam Pelung yang berkualitas, baik dari suara, bobot badan dan performa lainnya untuk dilestarikan sebagai plasma nutfah Indonesia. Ayo lestarikan ayam Indonesia bersama irama Pelung nusantara! (majalahinfovet.com)

  • Forum Logistik dan Peternakan Indonesia (FLPI) bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) menyelenggarakan pelatihan Manajemen Logistik Pakan, yang didukung Direktorat Pakan, Kementerian Pertanian.

    Pelatihan diselenggarakan di Ruang Sidang Fakultas Peternakan IPB Dramaga Bogor, 26-27 Maret 2019. Kegiatan dihadiri Ketua FLPI Prof Luki Abdullah, Ketua AINI Prof Nahrowi Ramli dan Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan IPB Dr Rudi Afnan.

    Rudi Afnan, dalam sambutannya memberi apresiasi FLPI yang terus mengedukasi insan peternakan. Kali ini FLPI menyasar insan peternakan soal pakan unggas. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk berbagi informasi,” katanya.

    Pelatihan menghadirkan tiga narasumber, yakni Kasubdit Bahan Pakan Direktorat Pakan Diner YE Saragih, perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia Istiadi dan dari Laboratorium Industri Pakan, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB Dr Heri Ahmad Sukria.

    Pelatihan diikuti oleh peternak, praktisi dan akademisi terkait pakan ternak, khususnya ternak unggas. Diakhir kegiatan, panitia mengajak peserta mengunjungi PT Charoen Pokphand Indonesia, di Balaraja, Tenggerang, Banten. Kunjungan bertujuan untuk memberi informasi nyata kepada peserta mengenai manajemen logistik pakan, penyimpanan dan pergudangannya. (majalahinfovet.com)