Jangan Terkecoh! Ternyata Tidak Semua Daging Wagyu Itu Berasal dari Jepang
Bagi para pecinta kuliner, mendengar kata "Wagyu" langsung terbayang potongan daging dengan guratan lemak putih yang cantik, atau yang biasa disebut marbling. Daging ini sudah lama menyandang predikat sebagai rajanya daging sapi dunia karena kelembutannya yang seolah lumer di lidah. Namun, di balik popularitasnya, ada sebuah fakta yang jarang diketahui konsumen: tidak semua daging berlabel Wagyu benar-benar diterbangkan dari Jepang.
Prof. Ronny Rachman Noor, Pakar Genetika Ekologi dari Departemen IPTP, Fapet IPB University, memberikan pencerahan mengenai fenomena ini. Menurutnya, mayoritas daging wagyu yang beredar secara global, termasuk yang sering kita temukan di pasar Indonesia, sebenarnya bukan berasal dari negeri asalnya, melainkan hasil budidaya dari negara lain.
Daging kelinci selama ini sering kali terabaikan dalam industri kuliner arus utama, padahal secara klinis memiliki keunggulan medis yang signifikan dibandingkan daging ternak lainnya. Karakteristiknya yang rendah natrium, rendah kalori, namun sangat kaya akan protein menjadikannya kandidat kuat untuk bahan pangan sehat. Peluang inilah yang ditangkap secara cerdik oleh tim mahasiswa Teknologi Produksi Ternak IPB University melalui peluncuran lini produk WoPang (Wonton & Pangsit), yang memadukan daging ayam dengan daging kelinci sebagai sumber protein alternatif.