Dari Peternakan ke Dunia Medis: Dr. Cahyo Budiman Paparkan Kandidat Antimalaria Berbasis Kolagen di WVAC 2026
Produk hasil ternak selama ini dikenal luas sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Namun, di balik fungsi pangannya, produk ternak ternyata juga menyimpan potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif untuk mendukung pengembangan terapi penyakit infeksi, termasuk malaria zoonotik.
Potensi tersebut dipaparkan oleh Dr Cahyo Budiman dari Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University dalam forum ilmiah the 41st World Veterinary Association Congress yang berlangsung di Tokyo International Forum, Jepang. Dalam presentasinya, Dr. Cahyo memaparkan hasil penelitian terbaru mengenai peptida bioaktif yang dihasilkan dari hidrolisat kolagen ayam dan sapi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peptida kolagen memiliki kemampuan unik dalam menghambat protein penting yang mendukung kelangsungan hidup parasit malaria zoonotik Plasmodium knowlesi. Menariknya, aktivitas penghambatan tersebut ditemukan pada berbagai fraksi peptida dengan ukuran molekul kecil, mulai dari 3 kDa hingga kurang dari 1 kDa. Ukuran peptida yang relatif kecil dinilai berpotensi memberikan keuntungan dalam proses absorpsi dan interaksi biologis.
Kiprah akademisi Fakultas Peternakan IPB University kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional. Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) berpartisipasi dalam forum ilmiah bergengsi World Veterinary Association Congress (WVAC) 2026 yang diselenggarakan pada 21–24 April 2026 di Tokyo International Forum, Jepang. Keikutsertaan ini didukung oleh Direktorat Konektivitas Global IPB University sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat jejaring dan eksposur global institusi.