Daging kelinci selama ini sering kali terabaikan dalam industri kuliner arus utama, padahal secara klinis memiliki keunggulan medis yang signifikan dibandingkan daging ternak lainnya. Karakteristiknya yang rendah natrium, rendah kalori, namun sangat kaya akan protein menjadikannya kandidat kuat untuk bahan pangan sehat. Peluang inilah yang ditangkap secara cerdik oleh tim mahasiswa Teknologi Produksi Ternak IPB University melalui peluncuran lini produk WoPang (Wonton & Pangsit), yang memadukan daging ayam dengan daging kelinci sebagai sumber protein alternatif.
Dipimpin oleh Muhammad Theo Rachman, mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Ternak dan tim berhasil menciptakan formula pengolahan khusus yang mampu menghilangkan aroma khas daging kelinci tanpa merusak tekstur alaminya yang lembut. Strategi mencampur dengan daging ayam pilihan dilakukan agar produk ini lebih mudah diterima oleh lidah masyarakat yang belum terbiasa mengonsumsi kelinci. Menyesuaikan dengan tren pasar anak muda, WoPang juga menghadirkan varian rasa yang menggugah selera seperti isi keju mozzarella dan tulang rangu, yang membuktikan bahwa camilan populer bisa tetap naik kelas menjadi menu sehat yang memanjakan lidah.
Meskipun menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku dan pasokan yang terbatas, tim WoPang optimis terhadap potensi bisnis ini di masa depan. Melalui dukungan penuh dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026, inovasi ini kini tengah fokus pada tahap stabilisasi produksi dan perluasan jangkauan pasar di luar area kampus. Keberhasilan WoPang menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi riset akademik di bangku kuliah peternakan mampu bertransformasi menjadi unit wirausaha yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.






