Audy Joinaldy: Simbol Intelektualitas dan Kepemimpinan Berbasis Ilmu Peternakan
Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng sebagai Presiden Komisaris PERKASA GROUP lahir di Jakarta pada tanggal 16 Mei 1983. Memperoleh gelar Sarjana Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2005 dan Master of Science di Wageningen Universiteit Netherlands Major Food Quality Management Minor Animal Nutrition pada tahun 2007, serta Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2011. Audy Joinaldy mendapatkan gelar Insinyur dari Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2019 pada tahun yang sama mendapat gelar IPM dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta gelar ASEAN. Eng dari Asean Federation Engineering Association (AFEO) pada tahun 2019.Saat ini telah menyelesaikan pendidikan Doktor di Sekolah Bisnis IPB University dan pada tahun 2021 mulai melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Politik di Universitas Andalas, beliau juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor periode 2018-2022 (Hanter-IPB). Beliau kini menjabat sebagai Komisaris dan Direktur di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang Peternakan, Pertanian, Pertambangan dan Perkebunan.
Disamping itu juga aktif mengisi Kuliah Umum dan Tamu di berbagai Universitas mulai dari Sumatera sampai Papua. Menjadi Pembicara Seminar Nasional maupun Internasional. Audy Joinaldy juga aktif sebagai Kader DPP dari salah satu partai politik di Indonesia.
Audy Joinaldy pebisnis sukses yang juga merupakan tokoh milenial Sumbar ini adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2021-2024.
Ir. Abdon Nababan, lahir (2 April 1964). Alumni S1 Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 19. Ramon Peraih Magsaysay Award 2017 ini, Memulai pendidikan dasar di SDN Paniaran, Kec. Siborongborong, berlanjut ke SMP RK St. Yosef berasrama di Lintong ni Huta, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA RK Budi Mulia di Pematang Siantar, kelas 3 pindah ke SMAN II Jakarta dan lulus 1982. Pada 1987, Ia menamatkan pendidikan jenjang strata satu dari Institut Pertanian Bogor. Sejak mahasiswa telah aktif berorganisasi, di dalam kampus, di luar kampus (PMKRI), kepencinta-alaman (Lawalata IPB) dan menggeluti pendidikan lingkungan hidup bersama Yayasan Indonesia Hijau (YIH).
Rahma Novianti Hardi, lahir di Solok, pada tanggal 1 Nopember 1967. Memperoleh Gelar Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1989. Beliau mengawali kariernya di PT Bank Lippo Tbk dari tahun 1990 sampai dengan 1996 dengan jabatan sebagai Operation Staff, International Banking Group.
Alumni Departemen INTP telah berkiprah di dunia internasional, salah satunya adalah Akhir Pebriansyah angkatan 44. Alumni kelahiran Tangerang, yang lulus pada tahun 2012 ini, sekarang telah menjadi asisten profesor di Czech University of Life Science Prague, dengan bidang keahlian pertanian, teknologi dan nutrisi.
Indra Lahir di Jakarta pada tahun 1959. Menyelesaikan S-1 di Fakultas Peternakan IPB, Bogor tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA Finance di University of Denver, Colorado USA tahun 1994.
Rasa haru sekaligus bangga terasa ketika pembawa acara menyebut nama Susi Sianturi serta nama orangtuanya saat upacara wisuda mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sektor peternakan terkadang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat, padahal di sisi lain kebutuhan daging nasional masih belum bisa tercukupi. Impor daging dari luar negeri menunjukkan bahwa bidang peternakan di Indonesia belum cukup mumpuni. Hal ini yang kemudian menggerakkan Budi Susilo Setiawan selaku alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menggeluti bidang peternakan. Budi Susilo Setiawan adalah seorang sarjana dari Fakultas Peternakan IPB yang lahir di Solo, 14 Desember 1981. Minatnya di bidang wirausaha mendorong Budi dan tiga orang kawannya untuk membangun usaha agribisnis berbasis peternakan domba yang corcern di bagian penggemukkan domba dan kaning. Usaha yang didirikan pada bulan September tahun 2004 ini dinamakan MT Farm yang terletak di Daerah Ciampea, Bogor. Budi berhasil mengelola MT Farm sehingga berhasil menjadi salah satu peternakan yang cukup berkembang dalam usaha penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat. “Selain usaha penggemukan dan penjulan, MT Farm juga melakukan pembibitan dan pengembangbiakan domba, kambing, dan sapi. Pengelolaan usaha ini menyerap warga sekitar sebagai karyawan,” ujar Budi.
"Sarjana peternakan dapat membantu negara dan bangsa dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yang berkualitas, harga yang terjangkau, aman dan berkelanjutan. Pilihan yang tepat memilih fakultas peternakan IPB, kualitas dosen yang sangat baik, fasilitas yang lengkap untuk menunjang pendidikan dan lulusan yang berkualitas yang dapat bekerja di industri peternakan dan bidang usaha lain yang terkait"
Suryopratomo atau lebih populer dengan nama Tommy (lahir 12 Mei 1961) adalah tokoh persuratkabaran berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui kiprahnya sebagai pewarta di beberapa surat kabar dan stasiun televisi di Indonesia, di antaranya Kompas, Media Indonesia, dan Metro TV. Sebelum menjabat sebagai pemimpin redaksi, Direktur Pemberitaan, dan Direktur Utama Metro TV, Tommy bekerja sebagai jurnalis Kompas yang pernah ditugaskan di berbagai daerah dan dipercaya sebagai pemimpin redaksi. Di kalangan sejawatnya, Suryopratomo dipercaya menjabat sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi, 2015 sampai 2017.
Setelah Lulus dari Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1988, Rifda memulai karirnya di perusahaan-perusahaan besar terkemuka dari Indonesia dan dipercayakan untuk menjadi Public Relation dan Marketing Manager & Communication. Mengingat bahwa ia mampu untuk menjalankan bisnis sendiri, pada tahun 1993, Rifda mengambil langkah besar dalam dunia bisnis dan mendirikan perusahaannya di bidang teknik listrik dan pertambangan yang membawanya ke sukses besar. Melalui jaringan yang luas dan pemahamannya yang mendalam mengenai permintaan konsumen terhadap produk-produk, menjadikan jalan dalam pendirian PT. Puteri Cahaya Kharisma (Performax) pada tahun 2002. Selain dalam bidang bisnis, kegiatan sehari-harinya juga diisi dengan kegiatan sosial dan aktif berorganisasi seperti menjadi pendiri Yayasan Amanah dan Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Rifda juga merupakan anggota dari KADIN , HIPMI , ARDIN , PII , MKI , dan ASPERAPI.
Bapak dengan dua anak bernama Syukur Iwantoro ini memang begitu mencintai dunia peternakan. Bahkan, untuk mengimplementasikan ilmu peternakan yang telah dikuasainya, usia kuliah Sarjana Peternakan di Fakultas Peternakan IPB, Syukur memilih bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pembibitan peternakan di wilayah Bogor. Dan entah kebetulan atau tidak, hobi beternak tersebut telah mengantarkan pria kelahiran Situbondo pada 30 Mei 1959 ini menjadi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2011-2015.
Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA dilahirkan di Kediri tanggal 24 Agustus 1961 dan merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara hasil perkawinan seorang ayah bernama Basar (almarhum) dan seorang ibu bernama Asyiati. Saat ini tinggal di Bogor bersama seorang istri bernama Sri Sulandari, PhD (peneliti LIPI dan lahir 23 Desember 1961) dan dua anak laki-laki bernama Aussie Andry Venmarchanto (lahir 11 Maret 1990) dan Endyea Mendelian Lecturariseta (lahir 18 November 1997).