
Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal 1447 Hijriah dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 dan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar sivitas akademika, alumni, serta mitra strategis Fakultas. Kegiatan ini dihadiri pula oleh para PensiunanDosen dan Tenaga Kependidikan serta keluarga Pensiunan yang sudah berpulang.
Dekan Fapet IPB University, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H di hadapan ratusan undangan yang hadir di pada kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium JHH, Fapet IPB Darmaga. “Momentum Idulfitri ini menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali ke fitrah sekaligus memperkuat kebersamaan. Sejalan dengan tema: Merajut Silaturahmi, Membangun Sinergi dan Prestasi, kami berharap seluruh sivitas akademika dapat terus meningkatkan kolaborasi dan kontribusiterbaik bagi fakultas dan IPB University,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas di tengah tantangan nasional yang menuntut efisiensi, tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dan capaian akademik. Dalam kesempatan tersebut, Dekan turut mengapresiasi berbagai capaian dosen dan unit kerja Fapet, khususnya di bidang riset dan publikasi ilmiah yang terus berkontribusi terhadap reputasi IPB University.
Pada kesempatan yang sama, Fakultas Peternakan IPB University juga melaksanakan pelepasan purnabakti bagi tenaga kependidikan. Dekan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan selama bertugas. “Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan kepada Fakultas Peternakan IPB University. Semoga Bapak dan Ibu purnabakti senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugas,” tuturnya.
Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Munif, M.Sc.Agr yang menekankanbahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya. Prof. Munif mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu saat berbuka (Idulfitri) dan saat bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Kebahagiaan pertama adalah ketika kita kembali kepada fitrah, yaitu kondisi suci karena dosa- dosa diampuni. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga fitrah tersebut dalam kehidupan setelah Ramadan,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga fitrah tidak dapat dilakukan secara individu, tetapi memerlukan lingkungan yang baik serta hubungan sosial yang harmonis. Oleh karena itu, silaturahmi menjadi fondasi penting dalam mempertahankan nilai-nilai kebaikan. “Merajut silaturahmi harus dimulai dari membersihkan diri dan niat yang tulus. Momentum Idulfitri ini sangat tepat untuk memperbaiki hubungan, baik dengan Allah maupun dengan sesama manusia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjaga fitrah tercermin dalam hubungan sosial, di antaranya melalui kebiasaan memberi, menahan amarah, dan memaafkan. “Ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang senantiasa berinfak dalam segala kondisi. Selain itu, kemampuan menahan amarah dan memaafkan menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan hati dan memperkuat ukhuwah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya membiasakan salam sebagai bagian dari membangun hubungan sosial yang harmonis. “Menyebarkan salam bukan sekadar ucapan, tetapi doa dan bentuk kepedulian yang dapat mempererat hubungan antarmanusia. Dari salam, tumbuh rasa aman, kedekatan, dan kepercayaan,” jelasnya. “Silaturahmi yang dilandasi kebersihan hati, tobat, dan saling memaafkan akan melahirkan sinergi. Dari sinergi inilah akan lahir prestasi,” pungkasnya. Kegiatan Halalbihalal ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Fakultas Peternakan IPB University, sekaligus mendorong terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan dalam membangun prestasi di masa mendatang. (Femmy).