News

Lebih dari 250 mahasiswa hadiri Kuliah Pembekalan KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) yang digelar oleh Fakultas Peternakan IPB pada Sabtu (12/6). Kuliah pembekalan ini menghadirkan lima orang narasumber dengan tiga materi ilmu peternakan dan dua materi di luar ilmu Peternakan dan berlangsung selama kurang lebih 4 jam secara online melalui aplikasi zoom. dan Kabag Humas IPB

Hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr yang memberikan arahan kepada adik-adik peserta KKNT IPB 2021. “KKN ini suatu wadah yang sangat penting bagi adik-adik semua, terutama bagaimana bisa berinteraksi dengan masyarakat ” ujarnya. Beliau menyampaikan beberapa tujuan yang bisa dicapai dari adanya kegiatan KKNT ini, diantaranya bagaimana mahasiswa dapat meningkatkan rasa peduli dan empati mengenai permasalahan yang ada di masyarakat serta membuat program yang bisa mengungkit potensi desa tersebut atau bahkan mampu menyelesaikan beberapa permasalahan yang terjadi di desa tersebut.

Materi kuliah pertama disampaikan oleh Dosen Fakultas Kehutanan IPB Dr. Soni Trison, S.Hut, M.Si. mengenai Kewirausahaan dan Pengembangan Jejaring Mitra Kerja. Beliau menyampaikan Materi dipaparkan secara apik dan interaktif membuat mahasiswa begitu antusias mengikuti kuliah di sesi pertama ini. Beliau juga berbagi pengalamannya bekerjasama dengan beberapa kementerian dan juga bagian dari CSR beberapa perusahaan nasional.  

Sesi kedua kuliah menghadirkan tiga orang Pemateri dari Fakultas Peternakan. Materi pertama disampaikan Dosen Ilmu Produksi Ternak M. Baihaqi, S.Pt, M.Sc mengenai diantaranya pengetahuan tentang bangsa-bangsa ternak “Jangan sampai anak Fapet di lapangan itu tidak bisa membedakan antara kambing dan domba, karena ini sering terjadi di masyarakat” ujarnya.  Materi selanjutnya mengenai Nutrisi dan Teknologi Pakan dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc yang membuka wawasan mahasiswa mengenai jenis-jenis pakan ternak yang biasa digunakan di Indonesia serta fungsi-fungsinya.

Materi terakhir ilmu Peternakan disampaikan oleh Dr. Epi Taufik, S.Pt., MVPH, M.Si mengenai Budidaya, Pakan dan Pengolahan. Dalam kuliah ini beliau juga mematahkan beberapa anggapan atau stigma negatif mengenai hewan ternak dengan memberikan gambaran nilai gizi serta kemanan produk-produk ternak.

Sebagai materi penutup, Kabag Humas IPB Ibu Siti Nuryati, S.TP, M.Si hadir berbagi tips dan kiat-kiat dalam menulis berita dengan materi Teknik Penulisan Populer di Media Massa. materi disampaikan secara lengkap dari mulai jenis-jenis tulisan sampai cara mudah menyusun berita berikut dengan contoh berita untuk memudahkan mahasiswa peserta KKNT memahami bahasan yang diberikan. Beliau juga memberikan cara membangun relasi dalam membuat pemberitaan “Pada saat di lokasi dimanapun dalam konteks publikasi, untuk peluang ketermuatan di media lokal datangi redaksi untuk menjalin hubungan dengan media masa” jelasnya. (Femmy)

Prestasi ini ia raih karena ketekunannya dalam menulis artikel ilmiah. Ayah enam anak ini selalu konsisten dan fokus dalam menulis artikel ilmiah. Dalam menggeluti profesinya sebagai dosen dan juga peneliti, ia menjadikan menulis artikel ilmiah sebagai suatu kegiatan rutin harian.

“Saya meluangkan waktu sekitar setengah jam atau satu jam setiap hari untuk aktivitas menulis. Yang penting rutin,” ucap dosen di Fakultas Peternakan IPB University ini.

Prof Anuraga menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Peternakan IPB University pada Mei 2003. Setelah itu, ia mendapat gelar Master of Science (M.Sc) di Agricultural Sciences in the Tropics and Subtropics (Minor in Animal Nutrition), University of Hohenheim, Stuttgart, Jerman.

Prof Anuraga juga pernah menjalani Postgraduate Diploma (PgDip) di Spanyol mengenai Modeling in Ecology and Natural Resource Management, Polytechnic University of Catalunya, Barcelona pada September 2011. Ia kemudian meraih gelar PhD di Swiss Federal Institute of Technology (ETH) Zurich, Switzerland. Dan pada Maret 2021, ia mulai mendalami ilmu agama dengan mengikuti Program Magister Pendidikan Agama Islam (kelas karyawan) di Universitas Muhammadiyah Tangerang.  

Berkat perjuangannya ini, tidak heran Prof Anuraga memiliki sejumlah prestasi, di mana salah satunya adalah menjadi Dosen Berprestasi Nasional 2019 (peringkat 1) untuk kategori Sains dan Teknologi.

“Untuk mendapatkan ini semua, perlu perjuangan. Baik dari segi ikhtiar maupun tawakkal. Hal penting lainnya adalah meminta doa orang tua, keluarga dan orang-orang soleh. Jangan pernah menyerah, terus persisten menghadapi ujian dan tantangan yang ada. Ini semua karena pertolongan dan kehendak dari Allah SWT,” ucapnya.

Saat ini Prof Anuraga Jayanegara menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University. Ia juga pernah menjadi Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB University.

Karena kepakarannya di bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, ia pun turut serta menjadi Editorial Board berbagai jurnal nasional dan internasional. Diantaranya Asian Australasian Journal of Animal Sciences, South Korea (Internasional Q1), Frontiers in Veterinary Science, Switzerland (Internasional Q1), Jurnal Agripet, Universitas Syiah Kuala (Nasional S2), Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, Universitas Brawijaya (Nasional S2), Tropical Animal Science Journal, IPB University (Internasional Q2).

Tidak jarang, ia juga berkesempatan menjadi Dosen Tamu di luar negeri, seperti di Hiroshima University dan Mie University (Jepang), di Ghent University (Belgium), Poznan University of Life Sciences (Polandia), dan di almamaternya sendiri yakni ETH Zurich - Switzerland (ipb.ac.id)

Himpunan Mahasiswa Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (Himasiter) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University melaksanakan webinar dengan tema “Mengulik Teknologi Pakan yang Dapat Menjamin Keamanan Ternak,” 23/5. Webinar ini menghadirkan Prof Nahrowi, Pakar Teknologi Pakan dari IPB University.

Melalui webinar tersebut, Prof Nahrowi memberikan materi tentang strategi pengolahan pakan yang memiliki kadar air tinggi untuk ternak ruminansia. Dirinya juga menyampaikan kondisi serta fakta-fakta di lapangan.

“Fakta-fakta di lapangan terkait dengan permasalahan pakan harus saya sampaikan agar semua peserta yang mengikuti webinar sadar permasalahan pakan yang sedang kita hadapi,” Jelas Prof Nahrowi.

Dosen IPB University dari Fakultas Peternakan ini mengungkapkan beberapa fakta permasalahan pakan yang ada. Beberapa fakta tersebut seperti kadar air yang tinggi, pengelolaan pasca panen, dan harga pakan yang bervariasi.

Menurutnya, salah satu solusi mengatasi permasalahan pakan adalah dengan mengelola bahan pakan yang memiliki kadar air tinggi. Hal ini dimaksudkan supaya bahan pakan aman dan awet untuk ternak.

“Teknologi yang tepat untuk mengatasi permasalahan bahan pakan berkadar air tinggi adalah dengan menggunakan teknologi fermentasi anaerob atau ensilase,” ungkap Guru Besar IPB University bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan ini.

Dosen IPB University itu juga menyebut, teknik ensilase dinilai tepat untuk dilakukan. Hal ini karena didukung oleh kondisi cuaca dan produksi hijauan paling banyak terjadi pada musim hujan.

“Beberapa keunggulan teknik ensilase adalah memiliki tingakat kegagalan yang kecil, memiliki nilai gizi lengkap, dan proses lebih lengkap,” tandas penemu metode proses produksi silase ransum komplit dari IPB University ini (ipb.ac.id)

Ransum Indigofera merupakan hijauan pakan yang berasal dari daun pilihan tanaman indigofera. Ransum ini merupakan teknologi alternatif yang dapat menjadi pengganti bahan hijauan pakan lainnya yang cenderung sulit diperoleh. Teknologi ini telah memiliki patent granted dengan nomor IDP000056252.

Teknologi produksi biomassa indigofera sendiri telah dikembangkan oleh inventor sejak tahun 2015 bekerja sama dengan masyarakat atau level Usaha Kecil dan Menengah (UKM), namun proses produksi pakan ternaknya belum dilakukan.

Prof Erika B Laconi, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) selaku Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis IPB University/Kepala LKST IPB University dalam sambutannya menyampaikan kerjasama ini merupakan langkah maju untuk pengembangan inovasi peneliti perguruan tinggi menuju komersialisasi produk.

“Dalam dua tahun terakhir, LKST telah menghasilkan 19 inovasi yang telah bekerjasama dengan industri dan memiliki kualitas yang baik. Bermitra merupakan kekuatan IPB University dalam melakukan komersialisasi. Dan pada hari ini IPB University telah berhasil kembali bekerja sama dengan mitra dalam bidang peternakan,” tutur Guru Besar di Fakultas Peternakan IPB University ini.

Terkait kerjasama ini, inovator ransum indigofera IPB University, Prof Luki Abdullah merasa bangga dengan adanya kerjasama antara IPB University dengan CV Nuansa Baru.

“Hari ini terasa istimewa karena mendapatkan fasilitasi dari LKST IPB University untuk kerjasama dengan mitra. Terima kasih kepada mitra atas kepercayaan yang diberikan. Hasil akhir dari penelitian bukan hanya sekedar output, tetapi outcome,” ujarnya.

CV Nuansa Baru merupakan perusahaan yang baru berdiri sejak 2013 dan bergerak di bidang penjualan bahan baku seperti sawit serta pakan jadi. “Kerjasama dengan IPB University ini difokuskan untuk meningkatkan pakan sehingga dapat bermanfaat khususnya bagi pelaku ternak. Saat ini kebutuhkan pakan ternak dinilai sangat tinggi dan menjadi peluang yang cukup baik,” ujar Direktur CV Nuansa Baru, Ifan Nur Irfana, SPt (ipb.ac.id)

“Kami ingin menginspirasi dan memotivasi siswa-siswa SMA/K yang hadir untuk melanjutkan studi di Fapet IPB University sehingga menjadi sumber daya manusia yang madani. Sebelum menjadi politisi, saya sering berkiprah dan berbisnis di bidang peternakan. Selain itu, sebagai Ketua Umum Hanter periode 2018-2022, saya berharap banyak siswa-siswi SMA di Sumatera Barat yang melanjutkan studi ke Fapet IPB University,” ujar Alumnus Fapet IPB University ini.  

Menurutnya, kehadiran sarjana peternakan itu penting, untuk menjawab tantangan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia yang masih rendah. Padahal dengan jumlah penduduk Indonesia, potensi bisnis peternakan sangat besar dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Peluang bisnis yang besar di bidang peternakan tidak hanya terbatas pada daging sapi, namun juga ruminansia lainnya dan protein hewani alternatif. Untuk memahami cara bisnis tersebut berjalan tentunya harus memiliki pengetahuan dasar yang diperoleh dari pendidikan terutama jurusan peternakan.

Dr Idat Galih Permana, Dekan Fapet IPB University mengatakan bahwa selain menjadi perguruan tinggi terbaik menurut Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) pada tahun 2020 lalu, IPB University juga memiliki Fakultas Peternakan yang unggul.

“Belajar ilmu peternakan itu menjanjikan. Potensi dan tren bisnis peternakan meningkat dan akan terus berkembang. Fakultas Peternakan IPB University memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan modern. Kualitas pendidikannya bahkan telah terakreditasi “A” bertaraf internasional oleh AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance). Artinya, program studinya setara dengan universitas lain di ASEAN. Tahun ini kami sedang mengajukan untuk mendapatkan akreditasi International ASIIN (Accreditation Agency For Degree Programs In Engineering, Informatics/Computer Science, The Natural Sciences And Mathematics),” ujarnya.

Mahasiswanya pun berkesempatan untuk mendapatkan credit earning, magang, seminar internasional, dan pengembangan softskill. Permintaan sarjana peternakan dalam dunia kerja dan industri dan pun semakin meningkat, tambahnya.

Ciri lulusan yang dibangun Fapet IPB University adalah memiliki skill 4C. Yakni complex problem solving, critical thinking, creative communication dan collaboration network. Begitu pula dengan diterapkannya kurikulum K2020. Goal pendidikan IPB 4.0 untuk mencetak lulusan yang tangkas juga semakin terwujud. Dengan demikian, kompetensi sarjana peternakan menjadi semakin unggul.

“Seorang sarjana peternakan memiliki kemampuan dasar dalam prinsip-prinsip pengelolaan peternakan. Mulai dari budidaya, genetika, pemuliaan dan bagaimana me-manage produksi ternak termasuk ke dalamnya memanfaatkan teknologi dan mengembangkan diri,” jelasnya.

Jalur masuk yang tersedia bagi siswa SMA pun banyak di antaranya SBMPTN, SNMPTN, Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK), Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) dan Beasiswa Utusan Dearah (BUD). Sumber daya tenaga pendidiknya pun sangat berkualitas dan kompeten. Bahkan salah satu dosennya menjadi dosen berprestasi tingkat nasional, sehingga kualitas dosen dan tenaga pendidik di Fapet IPB University tidak perlu diragukan lagi.

Ir Sunaedi Sunanto, SPt, MBA, IPU, alumnus Fapet IPB University yang kini menjabat Presiden Direktur PT Nutricell Pacific juga berbagi inspirasi dan pengalaman mengenai bisnis pakan ternak yang dijalaninya. Menurut Ketua Hanter DPD Jakarta Raya ini, sarjana peternakan memiliki potensi yang besar terutama sebagai entrepreneur. “Banyak lulusan dari Fakultas Peternakan IPB University yang menjadi pengusaha hebat dan bahkan menjadi direktur di perusahaan nasional maupun internasional,” tuturnya (ipb.ac.id)

Tips & Kegiatan Selama WFH