News

Dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kebugaran, sebanyak 75 orang civitas akademika Fakultas Peternakan IPB yang terdiri dari pimpinan, dosen tenaga kependidikan, tenaga kebersihan serta Agrianita di lingkungan Fakultas Peternakan IPB, mengikuti Gerakan FAPET Sehat berupa Jalan Pagi Sehat (Japas) yang dilaksanakan pada Jumat (14/1) pagi.

Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr hadir dan memberikan semangat kepada para peserta Japas serta menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara tersebut.  “Karena kita akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, SDM di Fapet punya stamina yang bagus, maka dilakukanlah kegiatan ini” ungkapnya.

Rute Japas diawali di titik kumpul parkiran Fapet IPB, para peserta berjalan menyusuri rute jogging track melintasi Fakultas Kedokteran Hewan lalu berbelok menuju laboratorium lapangan dari Blok A sampai ke blok C dan kembali lagi berakhir di D-Ranch Kebun Agrianita Fapet IPB. Para peserta beristirahat dan menikmati hidangan yang tersedia setelah menempuh kurang lebih 4 Km berjalan kaki.

Salah satu tendik yang hadir yaitu Eka Koswara mengaku sangat antusias mengikuti acara ini “Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut demi kesehatan dan kebersamaan dan juga untuk meningkatkan imun di saat pandemi dan juga untuk eksistensi dari Fapet” jelas tendik yang juga sebagai Pengelola Laboratorium Lapangan Terpadu Fapet IPB. (Femmy/Sri Suharti)

Fakultas Peternakan IPB University menggelar kegiatan Malam Apresiasi  untuk para mahasiswa berprestasi pada Rabu (29/12) malam secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan kanal YouTube Fakultas Peternakan IPB dan diikuti oleh kurang lebih 200 partisipan. Dalam acara tersebut, sebanyak 87 mahasiswa fakultas peternakan menerima 130 penghargaan yang terdiri dari berbagai lomba serta kejuaraan. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada para ketua Ormawa yang berada di lingkungan Fapet IPB.

Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini adalah puncak atas penghargaan berbagai prestasi kemahasiswaan yang diperoleh pada tahun 2021. “Prestasi tahun ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi pandemi sekalipun mahasiswa fakultas peternakan bersemangat untuk mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan” ujarnya. Beliau juga menyampaikan harapannya pada tahun 2022 nanti agar para mahasiswa bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi sehingga bisa memunculkan prestasi-prestasi yang bisa mengangkat nama fakultas peternakan di lingkungan IPB baik tingkat nasional maupun internasional.

Hadir pula pimpinan IPB lainnya yaitu Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS serta para Wakil Dekan Fapet IPB yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti, S.Pt, M.Si. Para pimpinan tersebut memberikan apresiasi serta motivasi dan dukungan kepada para mahasiswa agar semangat meraih prestasi.

Acara ini juga menampilkan kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa berprestasi  sertab beberapa hiburan seperti puisi, tarian tradisional, persembahan lagu, dan video dari seorang mahasiswa Fapet yang berhasil lolos di ajang pencarian bakat X-Factor Indonesia yaitu Alfiroos Joluwin. (Femmy)

Rombongan pimpinan dari Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University mengunjungi PT Biocycle Indo, Kampar Riau, beberapa waktu lalu. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Fapet IPB University dengan PT Biocycle Indo tentang Pakan Fungsional Berbasis Black Soldier Fly (BSF).

Kerjasama ini menghasikan produk-produk pakan, menjadi lokasi magang mahasiswa yang melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan program kerjasama dosen dengan industry. Puncaknya adalah serah terima dan launching produk berbasis BSF. 

Rombongan IPB University dipimpin Wakil Rektor bidang Inovasi dan Bisnis sekaligus Kepala Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Prof Erika B Laconi. Ada juga Dekan Fakultas Peternakan Dr Idat Galih Permana MSc dan Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Dr Sri Suharti MSi. 
Tim Matching Fund Kedaireka 2021, Prof Dewi Apri Astuti, Prof Asep Sudarman, Dr Lilis Khatijah, Dr Didid Diapari dan 5 dari 22 orang mahasiswa bacth 1 yang akan menjalankan program MBKM juga ikut serta dalam kunjungan ini. 

“Pada kunjungan ini, kami melihat produk-produk hasil kerjasama matching fund dan produk dari PT Biocycle. Kami juga diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses budidaya maggot, seperti breeding, produksi maggot, dan pengolahan produk BSF,” ujar Prof Erika.

Menurutnya, maggot merupakan bahan pakan alternatif yang kaya akan protein dan minyak serta dapat untuk meningkatkan produksi ternak. "Adapun produk berbasis BSF yang dihasilkan dari kerjasama ini adalah milk replacer, creep feed, pakan udang, pakan kaya energi, probiotik,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dari kerjasama ini, 22 mahasiswa Fakultas Peternakan yang mengikuti program MBKM. Kerjasama riset juga terus dilanjutkan sekaligus menindaklanjuti produk skala industri.

“Ada seorang alumni Fapet (lulusan baru) yang telah diterima sebagai pegawai tetap di PT Biocycle Indo,” tuturnya.
Melalui visitasi ini, lanjutnya, diharapkan kerjasama dapat terus dilanjutkan terutama dalam komersialisasi produk-produk berbasis BSF. Prof Erika juga berharap PT Biocycle menjadi mitra tetap Fakultas Peternakan IPB University sebagai lokasi magang mahasiswa (ipb.ac.id)

Mendengar nama Dalmatian tentunya kita akan membayangkan anjing dengan perawakan atletis dan warna yang sangat unik yaitu putih totol hitam atau merah hati. Popularitas anjing Dalmatian semakin memuncak ketika Walt Disney merilis film 101 Dalmatians pada tahun 1985 dengan bumbu alur cerita petualangan yang dramatis.

Menurut Prof Ronny Rachman Noor, MRur.Sc, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, jika ditelusuri asal usulnya, ternyata anjing Dalmatian tergolong jenis anjing purba. Pada tahun 3.700 BC atau sekitar 5.721 tahun yang lalu, Raja Mesir kuno bernama Cheops yang dikenal dengan raja pembangun piramida diduga memiliki anjing Dalmatian. Sejarah juga mencatat bahwa Raja Yunani kuno memiliki anjing Dalmatian dengan warna totol hitam dan coklat yang digunakan untuk berburu babi liar.

“Di era modern yakni abad ke-16, ada sebuah puisi dari Serbia yang mengambarkan keberadaan anjing Dalmatian. Pada abad ini, anjing Dalmatian digunakan sebagai penjaga kuda dan pemiliknya karena posturnya yang sangat atletis dan memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa,” lanjut Prof Ronny.

Asal mula nama Dalmatian memang masih banyak diperdebatkan namun banyak yang sepakat bahwa nama ini berasal dari salah satu propinsi di Kroasia yaitu Dalmatia. Pola warna Dalmatian yang sangat unik telah lama menarik perhatian para ahli genetik untuk menguak misteri bagaimana warna dan pola warna ini dapat terjadi dan diwariskan pada keturunannya.

“Misteri pewarisan warna ini sedikit demi sedikit mulai terkuak ketika ahli genetik menemukan bahwa pola warna Dalmatian ini dihasilkan oleh tiga gen utama, yakni Piebald, Ticking dan Flecking, yang berinteraksi satu dengan lainnya,” ujar Prof Ronny.

Prof Ronny menambahkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, lokus TYRP1 yang berada di kromosom 11 ternyata bertanggung jawab terhadap kemunculan variasi warna totol hitam atau merah hati yang merupakan ciri khas pola warna anjing Dalmatian. Lokus TYRP1 ini berfungsi untuk mengontrol produksi eumelanin yang dalam keadaan dominan akan menghasilkan eumelanin hitam dan dalam keadaan resesif akan menghasilkan warna eumelanin coklat.

“Gen lain yang juga terlibat dalam penentuan warna anjing Dalmatian adalah gen MC1R (melanocortin 1 receptor) yang jika berinteraksi dengan lokus Agouti akan menghasilkan warna phaeomelanin atau eumelanin yang menghasilkan warna merah hati,” tambah Prof Ronny.

Di sisi lain, Prof Ronny mengungkapkan bahwa anjing Dalmatian rentan terhadap ketulian. Data menunjukkan bahwa sekitar 17,8 persen anjing ini mengalami ketulian. Kejadian tuli pada anjing Dalmatian ini bisa terjadi pada satu telinga saja atau terjadi pada kedua telinganya.

Terlepas dari kelemahannya ini, lanjutnya, anjing Dalmatian dikenal sebagai anjing yang sangat energik, suka bermain, dan sensitif, serta sangat setia pada pemiliknya dan sangat bersahabat dengan anak anak. Anjing tipe ini juga dikenal  cerdas, sehingga dapat dilatih dengan baik dan menjadi anjing penjaga yang baik.

“Anjing Dalmatian juga dikenal memiliki ingatan yang sangat kuat sehingga jika diperlakukan dengan buruk akan diingatnya sampai puluhan tahun. Dengan harapan usianya yang mencapai 12-14 tahun, keunikan anjing Dalmatian ini semakin menarik hati banyak orang untuk memeliharanya,” pungkas Prof Ronny (ipb.ac.id)

Fakultas Peternakan IPB dan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako Palu lakukan kolaborasi akademik dan riset industri yang terjalin melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga, (10/12). 

Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyatakan apresiasi kepada pihak Universitas Tadulako“Kita terbuka ke semua universitas untuk memberikan kesempatan ke mahasiswa untuk belajar di luar kampus, bisa berupa credit earning, sosial masyarakat, ataupun industri kita sudah banyak menjajaki” ujarnya. Beliau juga berharap kerjasama bisa lebih luas lagi, tidak hanya MBKM, tapi juga riset dan pengembangan dan bisa diimplementasikan.

Acara tersebut dihadiri oleh Ir. Muhamad Ilyas Mumu, S.Pt., M.Sc.Ag., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.selaku Ketua Jurusan Peternakan dan Perikanan yang mewakili pihak Universitas Tadulako. Pria yang akrab disapa Mumu ini mengatakan program utama di Tadulako adalah kerjasama. Salah satunya yang akan dilakukan di Fapet IPB adalah bagaimana mahasiswa bisa melakukan MBKM di Closed House dan akan dpilih mahasiswanya. Tujuannya agar setidaknya ada skill tambahan bagi mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan diskusi inisiasi kerjasama MBKM dengan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari yang di hadiri oleh Prof. Dr. Ir. Muh. Amrullah Pagala, S.Pt, M.Si., I.P.M.

Ketiga perguruan tinggi bidang peternakan ini sepakat untuk mengembangkan program MBKM baik untuk mahasiswa program sarjana dan pascasarjana

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh para Wakil Dekan Fakultas Peternakan, yaitu Prof Irma Isnafia Arief dan Dr Sri Suharti. Selain itu hadir serta Ketua dan Sekretaris Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Selain itu juga hadir Ketua Prodi S2/S3 Ilmu Produksi Peternakan dan Prodi S2/S3 Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan IPB University. (Femmy/SSI)

Tips & Kegiatan Selama WFH