Pakan Mahal Bikin Pusing? Prof. Muhammad Ridla Beberkan 5 Jurus Rahasia Dongkrak Cuan Peternak!
Fluktuasi harga bahan baku pakan belakangan ini kian mencekik para pelaku usaha peternakan. Menghadapi tantangan berat yang mendera dunia peternakan nasional ini, Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ridla, M.Agr., turun tangan dengan memaparkan lima strategi antimahal yang wajib diterapkan oleh para peternak.
Langkah taktis ini dinilai sangat krusial, mengingat pakan memakan porsi terbesar—hingga mencapai 70-80 persen—dari total biaya produksi usaha peternakan. Jika salah urus, alih-alih untung, peternak justru bisa buntung.
Lantas, apa saja 5 jurus jitu dari pakar nutrisi pakan Fapet IPB University ini untuk menghempas badai harga pakan? Yuk, simak ulasannya!
1. Jangan Cuma Bergantung pada Satu Menu (Diversifikasi Bahan Lokal)
Prof. Ridla menegaskan bahwa ketergantungan pada bahan baku impor seperti soybean meal (SBM) harus segera dikurangi. Solusinya? Peternak harus mulai melirik potensi lokal. Pemanfaatan limbah agroindustri di sekitar wilayah peternakan bisa menjadi alternatif cerdas untuk memangkas biaya tanpa menurunkan kualitas gizi ternak.
2. Sentuhan Bioteknologi: Sulap Bahan Murah Jadi Pakan Mewah!
Siapa bilang bahan pakan murah tidak punya kualitas? Dengan sentuhan bioteknologi pakan—seperti fermentasi, penambahan enzim, probiotik, hingga kultur mikroba—bahan pakan dengan harga miring bisa ditingkatkan daya cernanya.
"Teknologi ini mampu meningkatkan kecernaan, menaikkan nilai nutrisi bahan pakan murah, serta mengurangi pemborosan pakan," jelas Prof. Ridla.
3. Least-Cost Formulation: Formula Fleksibel, Dompet Tetap Tebal
Peternak zaman now harus adaptif. Prof. Ridla mendorong penerapan formulasi pakan fleksibel berbasis perangkat lunak (software) sederhana. Ketika harga satu bahan baku melonjak, peternak bisa langsung beralih ke bahan alternatif lain yang bernutrisi setara. Dengan trik ini, keseimbangan energi, protein, dan asam amino ternak tetap terjaga ketat meski badai harga melanda.
4. Senjata Pamungkas: Dirikan Feed Center Desa, Potong Biaya Hingga 25%!
Bergerak sendiri-sendiri sudah bukan zamannya lagi. Strategi keempat yang ditawarkan adalah produksi pakan mandiri skala kelompok melalui pendirian feed center atau unit penggilingan bersama di tingkat desa/koperasi. Langkah gotong royong ini terbukti ampuh menurunkan biaya pakan secara signifikan sebesar 10–25 persen berkat sistem pembelian bahan baku skala besar (bulk buy).
5. Zero Waste Management: Stop Buang-Buang Pakan!
Jurus terakhir namun tak kalah penting adalah efisiensi manajemen di dalam kandang. Prof. Ridla menekankan pentingnya menekan angka feed waste (pakan tercecer), memastikan pencampuran pakan benar-benar homogen, dan menyesuaikan porsi pakan dengan fase pertumbuhan ternak.
"Strategi ini mampu menjaga efisiensi konsumsi pakan meskipun harga bahan baku meningkat," tegasnya menutup pemaparan.
Melalui penerapan kombinasi lima strategi dari Fapet IPB University ini, fluktuasi harga global bukan lagi jadi momok menakutkan, melainkan peluang bagi peternak lokal untuk bangkit dan lebih mandiri.