Menjaga agar sapi perah tetap sehat dan menghasilkan banyak susu bukanlah hal yang mudah. Terutama saat masa laktasi, kebutuhan energi sapi sangat tinggi. Jika kekurangan energi, sapi biasanya akan kurus dan produksi susunya anjlok.

Melihat tantangan ini, Rika Zahera, mahasiswi Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan Sekolah Pascasarjana IPB University, berhasil menemukan solusi cerdas dalam disertasi doktornya: memanfaatkan limbah pabrik minyak kelapa untuk dijadikan suplemen penambah energi bagi sapi perah.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, MS, didampingi Sekretaris Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si. Penelitian ini dibimbing oleh pakar-pakar nutrisi ternak terkemuka, yakni Prof. Dr. Despal, S.Pt, M.Sc.Agr, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr, dan Prof. Satoshi Koike, Ph.D.

Limbah Kelapa yang "Disulap" Menjadi Aman untuk Sapi

Bahan yang digunakan adalah Coconut Fatty Acid Distillate (CFAD)—yakni limbah sisa penyulingan minyak kelapa yang sebenarnya kaya akan energi dan asam lemak rantai menengah.

Masalahnya, jika limbah ini langsung diberikan begitu saja ke sapi dalam bentuk mentah, sifat aslinya justru bisa merusak pencernaan dan mengganggu kuman baik di dalam perut (rumen) sapi.

Oleh karena itu, Rika merancang teknologi "baju pelindung" dengan mengubah limbah tersebut menjadi "sabun kalsium". Lewat serangkaian uji laboratorium yang canggih, terungkap bahwa penggunaan kalsium klorida (CaCl2) dengan takaran yang pas (rasio 2.5) adalah metode terbaik untuk membungkus asam lemak tersebut agar aman masuk ke dalam perut sapi tanpa merusak sistem pencernaannya.

Terbukti Tingkatkan Kualitas Susu dan Bikin Sapi Lebih Sehat

Setelah diuji melalui tahap laboratorium hingga diuji langsung ke 18 ekor sapi perah milik peternak rakyat di KPBS Pangalengan, hasilnya terbukti sangat memuaskan:

  • Pakan Lebih Terserap Baik:  Penambahan 2% suplemen CFAD terproteksi di dalam pakan membuat pencernaan protein dan lemak pada sapi meningkat drastis.
  • Susu Lebih Melimpah dan Tidak Cepat Surut: Sapi yang diberi suplemen ini mampu menghasilkan puncak produksi susu hingga 13,40 kg per hari, dengan penurunan produksi yang paling minim serta masa laktasi (produktivitas susu) yang bertahan lebih lama (persistensi hingga 95,30%).
  • Kesehatan Tubuh Terjaga: Hasil cek darah (metabolomik) membuktikan bahwa penambahan suplemen ini membantu metabolisme tubuh sapi menjadi lebih bugar tanpa menimbulkan efek samping negatif pada kesehatannya.

Harapan ke Depan untuk Peternak Rakyat

Inovasi ini membuktikan bahwa limbah samping industri kelapa nasional dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang ramah kantong peternak. Dengan dosis yang tepat - yakni 2% dari pakan - peternak sapi perah kini memiliki alternatif suplemen energi lokal yang efektif untuk mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan usaha ternak mereka.


Riset & Kepakaran