Sebagai tindak lanjut dari program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), Tim Divisi Nutrisi Ternak Perah, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (2/11/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship, IPB University ini dilaksanakan untuk mengatasi negative energy balance (NEB) pada sapi perah. Dalam kegiatan ini, tim peneliti memperkenalkan teknologi lemak terproteksi berbentuk sabun kalsium (Ca-soap) yang telah dilakukan pada bulan September lalu. Uji coba produk Ca-soap (CS-85) produksi PT Apical dilakukan pada peternak mitra di wilayah KPBS Pangalengan melalui demo plot yang melibatkan 10 peternak dengan total 20 ekor sapi laktasi selama 6 minggu. Pengamatan lapangan yang dibantu oleh tiga mahasiswa program Capstone dan Riset Tugas Akhir tersebut membandingkan performa antara sapi yang diberi suplemen 200 gram Ca-Soap per hari dengan sapi yang tidak diberi suplemen.
Guru Besar Departemen INTP IPB University sekaligus ketua program Dospulkam, Prof. Despal, menyampaikan bahwa selain kejadian NEB pada sapi perah, wilayah Pangalengan teridentifikasi mengalami paparan stres panas ringan pada ternak dengan nilai Temperature Humidity Index (THI) diatas 74. Kondisi iklim tersebut menuntut suplai energi ekstra agar tidak menyebabkan penurunan produktivitas. Penggunaan sumber lemak terproteksi menjadi solusi strategis karena memiliki nilai heat increment yang rendah, sehingga kebutuhan energi tambahan dapat terpenuhi tanpa memicu kenaikan suhu tubuh ternak secara berlebih. “Sapi yang mengalami stres panas membutuhkan suplai energi yang lebih tinggi. Salah satu sumbernya adalah lemak, karena menghasilkan heat increment yang rendah,” ujar Prof. Despal.
Hasil observasi menunjukkan bahwa pemberian Ca-Soap terbukti aman dan tidak mengganggu respons fisiologis sapi, baik pada denyut jantung, suhu tubuh, maupun frekuensi napas. Teknologi ini juga terbukti efektif mempertahankan persistensi produksi susu dengan menekan angka penurunan di bawah 5% pascapuncak laktasi, jauh lebih stabil dibandingkan dengan penurunan tajam yang biasa dialami sapi tanpa suplemen. Peternak pun melaporkan bahwa kondisi fisik sapi yang mengonsumsi Ca-Soap terlihat jauh lebih bugar.
Adapun secara ekonomi, dengan harga Ca-Soap sebesar Rp20.000 per kilogram, pemberian 200 gram per ekor per hari membutuhkan biaya pakan tambahan sebesar Rp4.000 per ekor per hari. Berdasarkan harga pembelian susu oleh koperasi yang saat ini sebesar Rp8.000 per liter, peningkatan produksi susu setidaknya satu liter per hari sudah memberikan margin keuntungan yang memadai bagi peternak, didukung oleh stabilitas grafik laktasi yang lebih baik.
Melihat capaian positif tersebut, para peternak menyampaikan minat tinggi untuk melanjutkan pengaplikasian produk ini secara berkelanjutan, sekaligus berencana menginisiasi pembuatan sabun kalsium secara mandiri memanfaatkan sumber minyak sawit lokal.
Melalui sinergi akademisi, industri, dan peternak ini, IPB University berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi terapan demi menjaga produktivitas serta kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia.